Zhejiang, Radio Bharata Online - Sekelompok nelayan Samaria yang baik hati telah menyelamatkan 16 awak kapal asing dari kapal pengangkut batu bara yang sedang dalam kesulitan di perairan Sungai Yangtze di Tiongkok timur pada hari Selasa (12/3) setelah kapten kapal yang berpikir cepat memilih untuk mengorbankan tangkapan kepiting yang cukup banyak dan bernilai tinggi untuk menyelesaikan tindakan penyelamatan nyawa tersebut.

Shen Huazhong, kapten kapal yang beroperasi di daerah penangkapan ikan di muara Sungai Yangtze di Provinsi Zhejiang bagian timur, melihat sekoci kecil mengambang di kejauhan dan melihat seorang anggotanya tenggelam di air pada Selasa (12/3) pagi.

Dalam sebuah tindakan keberanian dan kemanusiaan yang luar biasa, kapten kapal membuat keputusan untuk membuang lebih dari 6.000 perangkap kepiting di kapal penangkap ikan mereka yang bernilai lebih dari 360.000 yuan (sekitar 780 juta rupiah) karena alat-alat berat tersebut akan membatasi pergerakan kapal dan memperlambat upaya penyelamatan mereka.

Kapal nelayan tersebut kemudian segera berangkat menuju sekoci yang rusak dan berhasil menyelamatkan seluruh awak kapal yang tertimpa musibah dalam waktu sekitar setengah jam.

Para awak kapal yang berhasil diselamatkan dari kapal pengangkut batu bara yang tenggelam tersebut dikatakan dalam kondisi baik setelah dibawa ke darat berkat intervensi yang tepat waktu dari para nelayan.

Kapten Shen tidak asing dengan tindakan kepahlawanan seperti itu, setelah sebelumnya juga menyelamatkan 16 awak kapal lainnya saat melakukan operasi penangkapan ikan pada September 2021. Saat itu, ia melepaskan perangkap kepiting senilai lebih dari 100.000 yuan (sekitar 216 juta rupiah), menunjukkan prioritasnya yang sebenarnya dalam menempatkan nyawa manusia di atas keuntungan, membuatnya mendapat gelar teladan moral atas tindakan heroiknya di Provinsi Zhejiang.