Shanghai, Radio Bharata Online - Beijing dan Shanghai mengalami ledakan bisnis dengan berbagai kegiatan promosi konsumsi yang memacu gairah belanja pada liburan Tahun Baru dari hari Sabtu (30/12/2023 hingga Senin (1/1).

Data resmi menunjukkan bahwa selama tiga hari, penjualan keseluruhan dari pusat perbelanjaan utama, supermarket, restoran dan platform e-commerce di Beijing mencapai 2,51 miliar yuan (sekitar 5,5 triliun rupiah).

Konsumsi katering tumbuh dengan cepat, dengan peningkatan dari tahun ke tahun sebesar 27,9 persen. Arus tamu di 60 area komersial utama di seluruh kota mencapai 22,175 juta, naik 40,5 persen dari tahun ke tahun. Sementara itu, jumlah pembayaran baik secara online maupun offline di Shanghai melebihi 40,2 miliar yuan (sekitar 87 triliun rupiah) selama liburan Tahun Baru.

Lebih spesifik lagi, jumlah pembayaran offline mencapai 25,56 miliar yuan (sekitar 55 triliun rupiah), naik 38,7 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, jumlah pembayaran online mencapai 14,71 miliar yuan (sekitar 32 triliun rupiah), naik 7,8 persen dari tahun lalu.

Sebanyak 35 area komersial utama yang berada di bawah pengawasan Komisi Perdagangan Kota Shanghai mencatat jumlah pengunjung lebih dari 15 juta orang.

"Banyak teman saya yang mengatakan bahwa Nanjing Road adalah tempat yang bagus untuk bersenang-senang, jadi kami datang ke sini untuk melihat-lihat. Kami juga membeli beberapa jajanan khas dan akan membaginya dengan teman-teman kami," ujar Zhang, seorang turis.

Sejumlah besar landmark komersial di Shanghai memperpanjang jam operasional mereka, dan mengadakan pertunjukan cahaya dan pertunjukan musik untuk menarik lebih banyak konsumen.

Di Taman Yuyuan Shanghai, pertunjukan lentera bertema tahun baru dan diberi nama sesuai dengan kalimat puitis klasik menarik perhatian banyak orang. Alhasil, arus pengunjungnya telah melampaui 520.000 orang dalam dua hari pertama liburan.