Radio Bharata Online – Ancaman tiba-tiba muncul di kota Neijiang, Provinsi Sichuan Tiongkok Barat Daya, sejak 8 September, yang disebabkan oleh varian Omicron dengan mutasi yang tidak pernah tercatat dalam database nasional Tiongkok.  Otoritas lokal, Minggu memperingatkan, kemunculan mutasi ini menimbulkan risiko infeksi klaster keluarga, dan pada tingkat tertentu mengancam penularan komunitas.  

Dikutip dari Global Times, Xu Yong, wakil direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Neijiang, dalam konferensi pers pada hari Minggu mengatakan, sejak kasus pertama dilaporkan pada 8 September, kota tersebut telah melaporkan akumulasi 19 kasus, termasuk 16 kasus yang ditemukan di komunitas yang berbeda. Satu dari 16 kasus ditemukan selama kunjungan rumah sakit, sementara sisanya ditemukan melalui pengujian asam nukleat di seluruh kota.

Menurut Xu, sekuensing gen yang dilakukan oleh pusat setelah wabah mendadak, menunjukkan bahwa varian yang menyebabkan gejolak adalah varian Omicron, yang memiliki dua situs mutasi yang belum pernah tercatat dalam database nasional Tiongkok.

Xu menambahkan, epidemi yang mengancam telah menyebar untuk sementara waktu.  Dengan asal muasal yang tidak pasti, menimbulkan situasi yang rumit dan kompleks untuk pencegahan dan pengendalian epidemi.

Namun menurut Xu juga, meskipun sebagian besar infeksi tidak memiliki hubungan langsung, sebagian besar kasus ternyata sempat mengunjungi pasar basah, supermarket, pompa bensin dan department store.

Peningkatan kasus telah menunjukkan kecenderungan infeksi klaster keluarga, dan pada tingkat infeksi tertentu berisiko terjadinya transmisi komunitas.

Xu memperingatkan bahwa kota itu berada pada saat paling kritis dari perkembangan epidemi, dan mengingatkan masyarakat untuk hati-hati memeriksa jadwal pergerakan mereka.