Chongqing, Bharata Online - Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru Tiongkok telah muncul sebagai saluran penting yang mendukung perdagangan dan pertumbuhan industri, memberikan kontribusi luar biasa terhadap kinerja perdagangan negara yang lebih baik dari perkiraan pada dua bulan pertama tahun 2026.
Berfungsi sebagai arteri logistik vital yang menghubungkan Tiongkok dengan pasar global termasuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Asia Tengah, koridor ini menawarkan tiga moda transportasi: transportasi intermodal kereta api-laut, layanan kereta api internasional, dan transportasi jalan lintas batas. Kota Chongqing di barat daya Tiongkok berfungsi sebagai pusat logistik utama dalam jaringan ini.
Data yang dirilis oleh Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok menunjukkan bahwa pada periode Januari-Februari 2026, angkutan barang lintas batas melalui jalan raya mencatat nilai kargo melebihi 2 miliar yuan (sekitar 4,9 triliun rupiah), meningkat lebih dari 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Koridor ini sekarang menghubungkan lebih dari 580 pelabuhan di lebih dari 120 negara dan wilayah di seluruh dunia.
Perdagangan luar negeri Tiongkok tumbuh 18,3 persen secara tahunan pada dua bulan pertama tahun 2026, menurut data dari Administrasi Umum Bea Cukai yang dirilis pada hari Selasa (10/3).
Menurut data tersebut, ekspor Tiongkok naik 19,2 persen dari periode yang sama tahun lalu, sementara impor naik 17,1 persen.
Pengembangan koridor ini menandai langkah strategis untuk memajukan pembangunan regional yang terkoordinasi dan memperluas keterbukaan tingkat tinggi.
Di Pusat Logistik Berikat Nanpeng di Chongqing, truk-truk yang siap berangkat menggambarkan peran koridor ini dalam perdagangan global. Ini bukan sekadar jalur logistik sederhana, tetapi merupakan jalur strategis penting dalam strategi Tiongkok untuk pembangunan skala besar di wilayah barat.
Sejak truk pertama berangkat pada tahun 2016, koridor tersebut telah mengalami pertumbuhan yang pesat, dari lebih dari 100 keberangkatan per tahun saat itu menjadi puluhan ribu saat ini.
Variasi kargo juga telah meluas dari mesin dasar hingga barang-barang yang lebih canggih, termasuk suku cadang otomotif, elektronik, bahan baku, kebutuhan sehari-hari, dan buah-buahan segar, dengan total lebih dari 500 jenis. Barang-barang ini sekarang dapat bergerak melintasi perbatasan dengan lancar, mendukung perdagangan domestik dan internasional.
Secara khusus, perusahaan tidak lagi membutuhkan gudang dan tim logistik terpisah untuk perdagangan internal dan eksternal, sehingga mengurangi biaya secara signifikan. Sekarang, barang untuk pasar domestik dan internasional dapat disimpan dan dikelola di gudang yang sama, membebaskan sumber daya yang dapat diinvestasikan kembali ke area bisnis inti dan meningkatkan efisiensi logistik secara keseluruhan.
Sementara itu, inovasi terus berlanjut dalam transportasi kereta api internasional. Pada awal tahun 2026, pengiriman lebih dari 80 ton pisang dari Laos tiba di Chongqing melalui Kereta Api Tiongkok-Laos di bawah model inspeksi tujuan baru untuk pertama kalinya.
Langkah ini merupakan perubahan besar. Sebelumnya, buah-buahan impor harus melalui inspeksi perbatasan yang panjang, yang menyebabkan beberapa prosedur bea cukai dan pemuatan serta pembongkaran perantara yang meningkatkan risiko kerusakan. Sekarang, semua prosedur inspeksi dan karantina diselesaikan di Chongqing setelah buah-buahan meninggalkan Laos, sehingga secara signifikan mengurangi tahapan penanganan, menurunkan biaya, dan memastikan buah yang lebih segar dan berkualitas lebih tinggi untuk konsumen Tiongkok.