Beijing, Bharata Online - Sultan Haitham bin Tarik Al Said dari Oman telah tiba di Beijing pada hari Minggu (1/11) untuk memulai kunjungan kenegaraan selama dua hari ke Tiongkok, atas undangan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.
Kunjungan dua hari yang berlangsung dari hari Minggu (1/11) hingga Senin (2/11) itu menandai kunjungan pertama kepala negara Oman ke Tiongkok sejak hubungan diplomatik kedua negara terjalin pada tahun 1978.
Selama kunjungan tersebut, Presiden Xi akan mengadakan pembicaraan dengan Sultan Haitham untuk melakukan pertukaran pandangan secara mendalam mengenai hubungan bilateral serta berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama. Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, juga dijadwalkan untuk bertemu dengan Sultan Haitham.
Tiongkok dan Oman memiliki hubungan persahabatan tradisional yang mendalam. Sejak kedua negara menjalin kemitraan strategis dan menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama Belt and Road pada tahun 2018, kedua belah pihak telah memanfaatkan keunggulan ekonomi yang saling melengkapi untuk mendorong kerja sama di bidang-bidang baru, seperti energi baru, manufaktur canggih, ekonomi digital, kedirgantaraan, dan kecerdasan buatan.
Oman juga merupakan salah satu anggota pendiri Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia (World Artificial Intelligence Cooperation Organization) yang dibentuk di Shanghai pada bulan Juli lalu.
Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara terus memperkuat rasa saling percaya di bidang politik, memajukan kerja sama yang saling menguntungkan secara stabil, serta meningkatkan pertukaran antarwarga dan budaya, sembari terus menjaga komunikasi yang baik terkait urusan internasional maupun regional.
Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, Tiongkok siap bekerja sama dengan Oman untuk menjadikan kunjungan ini sebagai momentum guna mendorong kemajuan yang lebih besar dalam kemitraan strategis antara kedua negara.