Dusseldorf, Bharata Online - "China Haul", sebuah tren Ketika wisatawan mancanegara membuka koper mereka di media sosial untuk memamerkan barang-barang asal Tiongkok yang dibeli selama perjalanan ke sana, belakangan ini menjadi viral di luar negeri.
Ada yang berkelakar bahwa istilah "China Haul" terdengar seperti frasa "barang Tiongkok bagus" (dalam bahasa Mandarin), sebuah deskripsi yang pas untuk perjalanan wisata ke negara tersebut. Wisatawan sering kali datang dengan koper kosong dan pulang dengan koper yang terisi penuh, yang membuktikan bahwa produk buatan Tiongkok memang berkualitas.
Membuka koper untuk memamerkan barang-barang yang dibeli di Tiongkok merupakan salah satu cara paling populer bagi wisatawan asal Jerman untuk berbagi pengalaman perjalanan mereka. Alexander Haase telah berkunjung ke Beijing sebanyak empat kali dalam setahun terakhir, dan membeli produk teknologi Tiongkok selalu menjadi agenda wajib baginya. Isi kopernya seolah menjadi daftar produk teknologi Tiongkok yang terus diperbarui.
"Dalam 12 bulan terakhir saja, saya sudah empat kali ke Tiongkok. Barang-barang yang saya beli sebagian besar adalah produk berteknologi tinggi. Misalnya, saya membeli laptop Huawei dan kacamata berbasis kecerdasan buatan (AI). Singkatnya, semua produk berteknologi tinggi terkini," ujar Haase.
Daftar belanja Haase mencerminkan popularitas produk teknologi Tiongkok di kalangan wisatawan Jerman. Setelah berkali-kali mengunjungi Tiongkok selama lebih dari dua dekade, ia tidak hanya menyaksikan evolusi produk, tetapi juga peningkatan menyeluruh pada lingkungan perkotaan dan infrastruktur digital di sana.
Baginya, membeli produk teknologi di Tiongkok bukan lagi sekadar kegiatan sampingan, melainkan bagian tak terpisahkan dari perjalanannya. Perubahan tren ini juga mulai terlihat di kalangan wisatawan Jerman lainnya.
Para pelaku industri pariwisata Jerman juga mengamati bahwa daya tarik Tiongkok bagi kaum muda kini melampaui sekadar kunjungan wisata ke situs-situs bersejarah. Pengalaman berinteraksi langsung dengan teknologi mutakhir, seperti kecerdasan buatan dan robot, telah menjadi alasan baru untuk berkunjung ke Tiongkok.
"Perkembangan teknologi tinggi dan inovasi di Tiongkok menjadi faktor penting yang menarik minat kaum muda dari luar negeri. Sebagai contoh, keberadaan robot memicu ketertarikan mereka untuk mempelajari lebih jauh tentang Tiongkok. Berkat kebijakan bebas visa, kelompok wisatawan muda asal Jerman dapat berkunjung ke Tiongkok kapan pun mereka mau," kata Tang Huiying, Manajer Umum sebuah agen perjalanan khusus kaum muda di Jerman.
Menurut kalangan industri pariwisata Jerman, jumlah wisatawan Jerman yang berkunjung ke Tiongkok pada tahun 2026 diperkirakan mencapai antara 500.000 hingga 600.000 orang. Bagi pelancong yang sering bepergian seperti Wolfgang Bednarek, yang telah berkali-kali mengunjungi Tiongkok, daya tarik negara tersebut tidaklah satu dimensi, melainkan sebuah daya tarik menyeluruh yang terbentuk dari perpaduan berbagai pengalaman.
"Saya telah bepergian ke seluruh dunia, namun harus saya katakan bahwa di hati saya, Tiongkok adalah negara yang paling mengesankan. Tiongkok tidak hanya memiliki budaya yang unik serta karakteristik geografis yang beragam, tetapi penduduknya pun menjadi daya tarik tersendiri, bahkan daya tarik yang paling utama," ujar Bednarek.