Moskow, Radio Bharata Online - Menurut media Rusia, perdagangan antara yuan Tiongkok dan rubel Rusia di Bursa Efek Moskow telah melampaui perdagangan antara rubel dan dolar AS pada tahun 2023.
Kommersant melaporkan pada hari Selasa (16/1) bahwa volume perdagangan dalam yuan di bursa mencapai 34,15 triliun rubel tahun lalu (sekitar 6 ribu triliun rupiah), lebih dari dua kali lipat total tahun sebelumnya. Ini menyumbang sekitar 42 persen dari total volume perdagangan valas di Rusia.
Sebagai perbandingan, volume perdagangan dalam dolar sekitar 32,49 triliun rubel (sekitar 5.754 triliun rupiah) di Bursa Efek Moskow pada tahun 2023, merosot menjadi kurang dari 40 persen dari total.
Selain itu, proporsi euro yang diperdagangkan di bursa ini kurang dari 18 persen, yaitu 14,6 triliun rubel (sekitar 2.586 triliun rupiah).