HAOKOU, Radio Bharata Online – Tiongkok mengumumkan pernyataan aksi, untuk mempromosikan kemitraan global baru bagi eksplorasi dan inovasi ruang angkasa pada 22 November. Pernyataan itu muncul dalam Lokakarya Kemitraan Global ke-2 Perserikatan Bangsa-Bangsa-Tiongkok tahun 2022, tentang Eksplorasi dan Inovasi Luar Angkasa, di Haikou, Provinsi Hainan, Tiongkok Selatan. Acara ini diselenggarakan bersama oleh CNSA, pemerintah provinsi Hainan dan Kantor PBB untuk Urusan Luar Angkasa.
Tiongkok mengatakan, Beijing menyambut baik mitra internasional untuk berpartisipasi dalam proyek eksplorasi ruang angkasa, dan berharap dapat mendorong komunikasi strategis untuk melibatkan lebih banyak negara berkembang. Ia juga menolak pembentukan blok eksklusif yang menargetkan negara-negara tertentu.
Badan Antariksa Nasional Tiongkok (CNSA) menyatakan, Tiongkok bersedia memperkuat komunikasi strategis dengan semua negara di seluruh dunia, dan menciptakan peluang baru bagi semua negara, terutama negara berkembang, untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi luar angkasa.
Menurut pernyataan aksi, Tiongkok akan melanjutkan eksplorasi bulan dan luar angkasa, serta program luar angkasa berawak, terutama pembangunan Stasiun Penelitian Bulan Internasional (ILRS), sambil menyambut mitra internasional untuk berpartisipasi dalam proyek eksplorasi ruang angkasanya.
Kepala perancang eksplorasi bulan Tiongkok, Wu Weiren dalam sebuah wawancara CCTV pada hari Senin mengatakan, bahwa struktur dasar untuk Stasiun Penelitian Bulan Internasional (ILRS), akan selesai sekitar tahun 2028, yang berarti akan memungkinkan bagi astronot Tiongkok untuk mendarat di bulan dalam waktu sepuluh tahun.
Roket berawak generasi baru Tiongkok untuk pendaratan di bulan akan diproduksi pada tahun 2030, karena telah membuat beberapa pencapaian dalam pengembangan kendaraan peluncuran.
Zhou Jianping, kepala perancang program luar angkasa berawak Tiongkok mengatakan pada Konferensi hari Senin itu, bahwa generasi baru roket berawak untuk pendaratan di bulan dan pendarat bulan, yang sedang dikembangkan. Kendaraan itu akan memiliki fungsionalitas yang ditingkatkan, dengan keandalan yang lebih tinggi, dapat mengirim tiga astronot ke orbit bulan, dan memungkinkan dua astronot mendarat dipermukaannya. (Global Times)