New York, Radio Bharata Online - Wakil Tetap Tiongkok untuk PBB, Fu Cong, pada hari Rabu (29/5) mendesak Israel untuk memenuhi kewajibannya guna memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang cukup dan tanpa hambatan ke Jalur Gaza.
Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Fu mengatakan Tiongkok mengutuk keras serangan udara Israel baru-baru ini terhadap kamp-kamp pengungsi di Gaza, yang mengakibatkan tewasnya banyak warga sipil tak berdosa.
Dia mengatakan bahwa Tiongkok dengan tegas menentang politisasi isu-isu kemanusiaan, menggunakan kelaparan sebagai senjata dan menggunakan bantuan kemanusiaan sebagai alat tawar-menawar.
"Israel, sebagai pihak yang menduduki, harus dengan sungguh-sungguh memenuhi kewajibannya, segera membuka semua penyeberangan perbatasan darat, memastikan akses yang memadai dan cepat untuk pasokan kemanusiaan ke Gaza dan melindungi keselamatan lembaga kemanusiaan dan personel untuk distribusi pasokan yang aman dan teratur," kata Fu.
Pada hari Selasa (28/5), sebuah rancangan resolusi mengenai situasi di Gaza diajukan oleh Aljazair, yang menuntut penghentian operasi militer Israel di Rafah, gencatan senjata di Jalur Gaza, dan pembebasan para tahanan.
Tapi, Perwakilan Pengganti Amerika Serikat untuk Urusan Politik Khusus di PBB, Robert A. Wood, menyatakan bahwa rancangan resolusi tersebut tidak akan membantu situasi di Gaza.
"Segala jenis produk tambahan pada situasi saat ini mungkin tidak akan membantu. Itu tidak akan mengubah situasi di lapangan," kata Wood.
Sejauh ini, Dewan Keamanan PBB masih terus membahas isi rancangan resolusi tersebut, tanpa menentukan waktu pemungutan suara.