Davos, Radio Bharata Online - Tiongkok memiliki semacam kemauan dan momentum khusus untuk mendapatkan kembali dinamika ekonominya di awal reformasi dan kebijakan keterbukaan, kata pendiri dan Ketua Eksekutif World Economic Forum (WEF) Klaus Schwab di Davos, Swiss.
Schwab memprakarsai pertemuan tahunan WEF sejak tahun 1971, yang telah mengumpulkan para pemimpin bisnis, pemerintah, dan masyarakat sipil terkemuka di kota Davos, Swiss, untuk bertukar pikiran mengenai solusi-solusi bagi berbagai tantangan global. Dikenal karena keahliannya di bidang ekonomi global dan wawasannya yang visioner, Schwab menekankan pentingnya dinamika ekonomi dan lintasan pembangunan Tiongkok.
Pada tahun 1979, ia melakukan kunjungan pertamanya ke Tiongkok bersama dengan delegasi bisnis Eropa yang terdiri dari sekitar 20 CEO dan mulai melibatkan Tiongkok dalam pertemuan tahunan, setelah Tiongkok meluncurkan kebijakan reformasi dan keterbukaannya pada tahun 1978.
Dalam kunjungan pertamanya ke Tiongkok, Schwab yakin bahwa Tiongkok akan memainkan peran penting di panggung dunia. Dalam wawancara dengan China Media Group (CMG) yang disiarkan oleh saluran China Central Television (CCTV) pada hari Jum'at (19/1), ia berbagi alasan yang spesifik.
"Saya akan mengatakan jika Anda mempelajari sejarah Tiongkok, dan saya selalu menjadi penggemar sejarah Tiongkok, budaya Tiongkok, saya suka sejarah dan di waktu luang saya, saya lebih suka membaca buku-buku sejarah, jadi jika Anda kembali ke sejarah, kita tidak boleh melupakan peran penting - peran utama - yang dimainkan Tiongkok di masa lalu. Dan saya pikir ada sebuah warisan yang diwariskan oleh Tiongkok - meskipun saya tidak dapat menggambarkannya - tetapi ada semacam momentum untuk mendapatkan kembali dinamika ekonomi dan pembangunan. Jadi saya hanya merasa bahwa pada suatu waktu sebuah negara dengan begitu banyak orang tentu dengan mengadopsi reformasi dan kebijakan keterbukaan akan memiliki masa depan yang jauh lebih cerah," paparnya.