Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada hari Rabu (9/8) kemarin menjawab pertanyaan wartawan terkait kunjungan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi ke tiga negara Asia Tenggara antara lain Singapura, Malaysia dan Kamboja.
Jubir Kemenlu Tiongkok mengatakan, tahun ini bertepatan dengan peringatan 10 tahun diajukannya pembentukan gagasan Komunitas Senasib Sepenanggungan Umat Manusia dan Inisiatif “Sabuk dan Jalan”, negara-negara Asia tenggara selalu berjalan di barisan depan pelaksanaan gagasan Komunitas Senasib Sepenanggungan Umat Manusia, serta menjadi mitra penting Tiongkok dalam kerja sama pembangunan “Sabuk dan Jalan”. Dewasa ini, hubungan Tiongkok dengan Singapura, Malaysia dan Kamboja masing-masing terpelihara dalam arus perkembangan yang baik. Tiongkok dan Singapura membangun hubungan kemitraan yang berorientasi pada masa depan, multi arah dan berkualitas tinggi, Tiongkok dan Malaysia telah mencapai kesepahaman mengenai pembentukan bersama Komunitas Senasib Sepenanggungan, sedangkan Tiongkok dan Kamboja sedang aktif membentuk Komunitas Senasib Sepenanggungan Tiongkok-Kamboja yang berkualitas tinggi, bertaraf tinggi dan berstandar tinggi.
Tiongkok berharap, kunjungan kali ini dapat meningkatkan komunikasi strategis dengan ketiga negara tersebut, menerapkan posisi baru hubungan Tiongkok-Singapura, mendorong pembentukan komunitas senasib sepenanggungan Tiongkok-Malaysia dan Tiongkok-Kamboja berkembang lebih mendalam, meningkatkan kerja sama pembangunan “Sabuk dan Jalan” yang berkualitas tinggi, serta mendorong hubungan bilateral terus naik ke jenjang yang lebih tinggi. Tiongkok bersedia bersama ketiga negara tersebut mendorong pelaksanaan Inisiatif Pembangunan Global, Inisiatif Keamanan Global dan Inisiatif Peradaban Global, mendorong pemulihan ekonomi, memelihara perdamaian dan ketenteraman, memperdalam pertukaran dan saling pembelajaran, serta memberikan kontribusi yang lebih besar demi perdamaian dan kestabilan, serta pembangunan dan kemakmuran kawasan ini bahkan dunia.
Pewarta : CRI