BEIJING, Radio Bharata Online -- Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan pembicaraan dengan Presiden Mongolia Ukhnaagiin Khurelsukh pada Senin (28/11) di Aula Besar Rakyat, dalam kunjungan kenegaraannya ke Tiongkok.
Xi menyambut Khurelsukh dan mengatakan bahwa kedua presiden bertemu kembali setelah dua bulan seperti yang dijanjikan, sepenuhnya mencerminkan tingginya hubungan Tiongkok-Mongolia.
Xi mengatakan, kedua negara adalah tetangga penting satu sama lain. Merupakan kepentingan mendasar kedua bangsa untuk menjaga hubungan jangka panjang dan stabil dari bertetangga baik, persahabatan dan kerja sama. Mengikuti prinsip persahabatan, ketulusan, saling menguntungkan dan inklusivitas, Tiongkok mengejar persahabatan dan kemitraan dengan negara-negara tetangganya.
Xi mengatakan, kedua negara telah saling mendukung dalam memerangi COVID-19, dan meningkatkan persahabatan tradisional selama ini. Pertukaran dan kerja sama antara kedua negara di berbagai bidang telah membuat kemajuan yang solid, sekaligus memberikan contoh yang baik dari hubungan negara-ke-negara.
Sementara Khurelsukh sekali lagi mengucapkan selamat atas keberhasilan Kongres Nasional PKT ke-20, dan mengucapkan selamat kepada Presiden Xi atas terpilihnya kembali sebagai Sekretaris Jenderal Komite Pusat PKT. Mongolia senang melihat bahwa di bawah kepemimpinan PKT, Tiongkok telah berhasil mewujudkan tujuan seratus tahun pertamanya. Mongolia sangat yakin bahwa Sekretaris Jenderal Xi dan PKT akan terus memimpin rakyat Tiongkok dalam membangun menjadi negara sosialis modern yang hebat dalam segala hal sesuai rencana.
Khurelsukh mengatakan sebagai tetangga tetap yang dihubungkan oleh pegunungan dan sungai, Mongolia dan Tiongkok adalah tetangga yang baik, teman baik, dan mitra yang baik. Kedua belah pihak telah saling memberikan dukungan dan bantuan selama pandemi, dan bersama-sama menanggapi tantangan global, juga sebuah teladan nyata dari "seorang teman yang membutuhkan teman. Mongolia siap bekerja sama dengan Tiongkok untuk meningkatkan interaksi politik, saling mendukung dengan tegas, saling menghormati pilihan jalur pembangunan masing-masing, dan memperdalam persahabatan antara kedua negara.
Khurelsukh menegaskan kembali bahwa Mongolia dengan tegas menjunjung tinggi kebijakan satu-Tiongkok yang tidak akan pernah diubah. Menurutnya, Tiongkok adalah negara cinta damai yang tidak pernah menginvasi negara lain, tetapi dengan tulus membantu negara lain berkembang. (XINHUA)