JAKARTA, Radio Bharata Online - Satelit TanSat, milik Tiongkok yang diluncurkan pada 2016 telah mendeteksi adanya gelombang emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan oleh manusia.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Advances in Atmospheric Sciences, Temuan ini menjadi dasar ilmiah bagi upaya Tiongkok untuk memerangi pemanasan global. Satelit TanSAt melakukan monitoring berbasis ruang angkasa, dengan mendeteksi emisi karbon dari aktivitas manusia berdasarkan pengamatan CO2. Selain itu, TanSat juga melakukan pengukuran nitrogen dioksida (NO2) bersama dengan satelit dari Eropa Copernicus Sentinel-5 Precursor,.
Satelit berbobot seberat 620 kg ini, dikirim ke orbit sinkron matahari sekitar 700 kilometer di atas Bumi, untuk memantau konsentrasi, distribusi, dan aliran CO2 di atmosfer. Belum lama ini, algoritme baru diunggah ke perangkat TanSat untuk meningkatkan presisi pengukurannya.
TanSat adalah misi pemantauan CO2 pertama Tiongkok yang melakukan penelitian tentang siklus karbon global. Satelit ini diharapkan dapat digunakan untuk memantau kota-kota dengan luas 800 hingga 1.000 kilometer pesegi.
TanSat, yang diluncurkan pada 2016, adalah satelit pemantau karbon dioksida global pertama Tiongkok, dengan dalam bahasa Mandarin, "Tan" berarti "karbon"