Shandong, Radio Bharata Online - Ketika gempa berkekuatan 5,5 SR mengguncang Kabupaten Pingyuan di Provinsi Shandong, Tiongkok timur, staf kereta api setempat yang sedang bertugas merasakan goncangan hebat di sekitar mereka dan secara naluriah mengirimkan sinyal untuk mengerem darurat ketujuh kereta api yang sedang melaju di atas rel yang berada di bawah yurisdiksinya.
Menurut Pusat Jaringan Gempa Bumi Tiongkok, gempa bumi yang terjadi sekitar 10 kilometer di bawah permukaan tersebut melanda Kabupaten Pingyuan di Provinsi Shandong, Tiongkok timur pada pukul 02:33 pada hari Minggu (6/8).
Rekaman kamera keamanan menunjukkan, semua perangkat di ruang komando di Stasiun Kereta Api Pingyuan mulai berguncang hebat, sementara tiga staf kereta api yang sedang bertugas secara naluriah merasakan gempa telah terjadi dan segera mengontak operator kereta api untuk menghentikan kereta yang sedang berjalan.
Dalam waktu dua menit, tujuh kereta api dihentikan, yang berhasil menyelamatkan nyawa dan harta benda para penumpang.
"Mengingat beberapa kereta akan melewati stasiun pada saat itu, kami segera menghentikan kereta untuk mengurangi dampak gempa," kata Shi Qiang, salah satu staf.
menurut China Railway Beijing Group Co, Ltd., hingga pukul 07:00 hari Minggu (6/8), sebanyak 21 orang terluka akibat gempa berkekuatan 5,5 SR itu. Lebih dari 20 kereta yang akan berangkat dari Beijing, Tianjin dan Cangzhou dihentikan dan sekitar 30 kereta yang melalui jalur Kereta Cepat Shijiazhuang-Jinan juga dihentikan.