Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok terus maju dengan membangun sistem standar terpadu dan bersama untuk skema "integrasi kendaraan-jalanan-awan" untuk mendukung mobil pintar yang beroperasi di kota-kota di seluruh negeri, kata Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok pada hari Rabu (3/7).
Untuk menguji sistem baru ini, kemeterian tersebut bersama dengan empat lembaga lainnya, memilih 20 kota, termasuk pusat-pusat utama seperti Beijing dan Shanghai, untuk berpartisipasi dalam program percontohan. Hal ini menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya Tiongkok untuk mengkomersialkan kendaraan yang terhubung secara cerdas.
Sebelumnya, banyak daerah di Tiongkok yang membuat zona pengujian tertutup dan melakukan uji coba kendaraan yang terhubung secara cerdas di jalan yang berbeda untuk mempersiapkannya di jalan umum. Tapi, arsitektur sistem yang komprehensif belum sepenuhnya dikembangkan. Pembangunan infrastruktur masih terfragmentasi, yang menghadirkan tantangan untuk mendukung demonstrasi teknologi mengemudi otonom secara luas dan fungsi konektivitas jaringan mobil pintar.
Program percontohan tingkat kota yang baru ini akan memajukan pengembangan infrastruktur yang mendukung konektivitas jaringan, dan juga akan mendorong adopsi terminal jaringan di dalam kendaraan. Program ini bertujuan untuk memfasilitasi berbagi data fundamental tanpa batas dan mempromosikan penggunaan infrastruktur, layanan, dan platform yang terintegrasi di berbagai domain.
Tiongkok berencana untuk mengembangkan standar terpadu sistem integrasi kendaraan-jalanan-awan untuk kendaraan yang terhubung secara cerdas pada tahun 2026. Hal ini akan mendukung aplikasi seperti pengemudian dengan bantuan dan otonom, solusi manajemen lalu lintas pintar, dan pengembangan kota pintar di berbagai skenario, yang mencakup berbagai kota dan wilayah.
Selain itu, skema percontohan ini juga memberikan penekanan yang kuat pada persyaratan keselamatan.
"Setiap kota percontohan harus memenuhi tugas-tugas khusus dalam manajemen keselamatan, termasuk mengelola keselamatan lalu lintas jalan raya dan memastikan keamanan data dan jaringan yang terkait dengan kendaraan terkoneksi cerdas," ujar Hou Fushen, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Insinyur Otomotif Tiongkok.