Tiongkok, Bharata Online - Menurut Jiang Zheyuan, pendiri Noetix Robotics, sebuah perusahaan robotika humanoid yang berbasis di Beijing, robot humanoid kini telah keluar dari ranah teknologi dingin dan masuk ke dalam kehangatan kehidupan sehari-hari di Tiongkok.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan China Media Group (CMG), Jiang dan timnya memamerkan "ansambel robot" mereka, termasuk robot bionik dan Bumi yang lucu, yang baru saja melakukan debut mereka di Gala Festival Musim Semi CMG 2026 yang ditayangkan pada malam Tahun Baru Imlek, 16 Februari 2026.

Berjudul "Kesayangan Nenek", sketsa tersebut menampilkan berbagai hal, mulai dari robot lucu yang melakukan salto hingga "nenek palsu" bionik yang sangat mirip manusia yang membuat penonton takjub.

Bagi Jiang, Gala tersebut lebih dari sekadar panggung untuk memamerkan robotika mutakhir. Ia ingin semua orang melihat bahwa robot dapat hangat dan interaktif, bukan hanya keajaiban teknologi.

Di balik layar, para insinyur Noetix dengan teliti merancang robot bionik ini, dimulai dengan model 3D wajah aktris Cai Ming dan menangkap ekspresi-ekspresi halusnya. Puluhan prototipe diuji, bereksperimen dengan material silikon, tekstur kulit, dan teknik riasan untuk mencapai replika 1:1 yang sempurna.

"Kami tidak ingin mengorbankan kekayaan ekspresi wajah. Kami harus memasang begitu banyak motor ke dalam kepala (robot bionic) yang begitu kecil, dan tetap membuat ekspresi terlihat alami, dengan bentuk mulut seperti orang sungguhan. Penampilannya harus replika 1:1. Mencapai semua ini hanya dalam waktu lebih dari dua bulan merupakan tantangan besar," kata Jiang.

Ia mencatat bahwa salah satu ujian nyata bagi perusahaan robotika adalah bagaimana mengintegrasikan produk mereka ke dalam skenario kehidupan nyata.

"Saat ini, hampir semua perusahaan robot perlu menjawab bagaimana produk mereka cocok dengan skenario dunia nyata. Bagi kami, kami terutama melihat dua area besar. Yang pertama adalah pendidikan, termasuk pendampingan keluarga, dan yang kedua adalah hiburan, bimbingan, dan penerimaan tamu," ujar Jiang.

Jiang juga membahas tantangan untuk membuat robot humanoid dapat diakses oleh keluarga biasa.

"Pertanyaan yang perlu kita jawab adalah, jika kita berharap untuk memasuki rumah tangga dan membiarkan pengguna keluarga merasakan robot humanoid untuk pertama kalinya, berapa harga yang harus kita tetapkan? Jika terlalu mahal, itu tidak akan berhasil. Kami menginginkan harga yang terjangkau bagi keluarga dengan pendapatan yang cukup. 'Terjangkau' bukan berarti murah, tetapi berarti pelanggan target kami mampu membelinya. Ini bukan perang harga untuk merebut pangsa pasar, tetapi perluasan skenario yang dimungkinkan oleh penetapan harga," jelasnya.

Menurutnya, seiring robot humanoid beralih dari pertunjukan gala yang memukau ke peran yang lebih dalam dalam pendidikan, hiburan, dan bahkan perawatan lansia, tahun 2026 mungkin akan dikenang sebagai tahun yang penting.