BEIJING, Radio Bharata Online - Selasa 1 Agustus 2023, menandai peringatan 96 tahun berdirinya PLA, dan hanya tersisa empat tahun lagi menjelang peringatan seratus tahun.  Untuk mencapai tujuan seratus tahun, angkatan bersenjata Tiongkok diharapkan terus melakukan langkah nyata dalam modernisasi dan menyelesaikan misi dan tugasnya.

Angkatan bersenjata Tiongkok dituntut untuk terus melakukan modernisasi dan menyelesaikan tugas-tugas yang dipercayakan, pada saat meningkatnya situasi keamanan Tiongkok menghadapi ketidakstabilan dan ketidakpastian.

Menjelang Hari Tentara, Presiden Tiongkok Xi Jinping telah menekankan perlunya mempercepat upaya untuk mendorong modernisasi angkatan bersenjata.

Menurut laporan Kantor berita Xinhua pada hari Minggu, Xi Jinping, yang juga sekretaris jenderal Komite Pusat Partai Komunis Tiongkok (CPC) dan ketua Komisi Militer Pusat (CMC), membuat pernyataan tersebut pada hari Rabu pekan lalu di Provinsi Sichuan, Tiongkok Barat Daya, saat memeriksa angkatan udara Komando Teater Barat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Atas nama Komite Pusat CPC dan CMC, Xi menyampaikan salam yang tulus kepada semua perwira dan prajurit angkatan udara komando, serta salam festival untuk personel layanan PLA dan Pasukan Polisi Bersenjata Rakyat, personel sipil yang diposkan di militer, anggota milisi dan pasukan cadangan.

Xi menuntut kecepatan yang ditingkatkan, untuk mendorong peralatan dan pasukan baru untuk membentuk pasukan tempur.

Pakar militer dan komentator TV Tiongkok, Song Zhongping kepada Global Times pada hari Senin mengatakan, modernisasi angkatan bersenjata tidak hanya berarti pengembangan senjata dan peralatan baru yang canggih, tetapi juga penugasan cepat mereka dalam jumlah besar.  Menurut Song, Partai dan rakyat mempercayakan PLA untuk menjaga kedaulatan nasional, keamanan dan kepentingan pembangunan, yang terancam karena masalah yang disebabkan terutama oleh AS, termasuk masalah Taiwan dan masalah Laut Tiongkok Selatan.

Dikatakan, militer AS telah mencurahkan sumber dayanya dalam upaya untuk bersaing dan melawan Tiongkok.  Sementara Konflik di belahan dunia lain seperti krisis Ukraina, juga memiliki efek limpahan terhadap situasi keamanan global. (Global Times)