BEIJING, Bharata Online - Kecerdasan buatan (AI) tidak akan sepenuhnya menggantikan manusia karena individualitas dan pemikiran yang tidak konvensional tetap vital, seperti yang terlihat dalam karya sastra seperti "The Three-Body Problem," kata ahli kimia peraih Nobel, Michael Levitt.
Dalam sebuah wawancara dengan China Media Group (CMG) yang ditayangkan Jumat, Levitt, peraih Nobel kimia tahun 2013, mengatakan bahwa untuk masa mendatang, pemikiran unik dan individualitas manusia, dikombinasikan dengan AI, akan lebih ampuh daripada keduanya secara terpisah.
"Saya percaya bahwa untuk masa mendatang, AI dan manusia akan lebih baik daripada manusia saja dan AI saja. Manusia sangat istimewa dan terkadang kita berpikir dengan cara yang aneh. Dan cara yang aneh itu sangat penting. Saya bisa memberi Anda contoh. Saya yakin Anda telah membaca buku San-Ti, The Three-Body Problem. Jadi dalam buku itu, orang-orang yang harus menemukan cara untuk menghindari invasi bukanlah orang normal. Mereka bukan pemikir normal. Dan apa yang saya temukan sendiri adalah ketika saya menggunakan AI, itu sangat berbeda dengan cara istri saya menggunakan AI atau bagaimana putra-putra saya menggunakan AI. Setiap orang menggunakan AI dengan cara yang sangat pribadi dan mereka mendapatkan kombinasi AI dan diri mereka sendiri. Itu juga unik," kata Levitt.
Mengenai masa depan AI, Levitt memperingatkan bahwa pertanyaan tentang tanggung jawab, termasuk ketergantungan data dan masalah "kotak hitam", harus ditangani.
"Jadi saya pikir itu adalah masalah yang ada bahkan tanpa AI. Saya pikir tanggung jawab jelas perlu diseimbangkan dengan kemajuan yang cepat. Jika saya mencuri sesuatu, maka mereka mungkin datang kepada Anda dan berkata 'apakah Anda mencurinya?'" Dan Anda akan berkata 'tidak, saya bisa membuktikan saya ada di sini' dan seterusnya. Tetapi jika sebuah program mencuri sesuatu, kita tidak bisa, jadi kita perlu menemukan cara agar setiap chip komputer, setiap program, dan setiap program keluaran memiliki ID. Tanggung jawab ada pada siapa yang bertanggung jawab, bukan? Dari sudut pandang global saya, saya rasa tidak ada negara yang memiliki solusi sempurna. Dan saya pikir kita perlu belajar, saya pikir kita perlu menyadari bahwa kita perlu meningkatkan diri. Saya sangat senang bahwa ini bukan hanya satu negara, tetapi beberapa negara. Jadi semuanya akan seimbang. Keseimbangan sangat penting dan keragaman sangat penting," kata Levitt. [CCTV+]
Teknologi
Minggu, 10 Mei 2026 | 19:29 WIB
Michael Levitt: AI Tidak akan Sepenuhnya Menggantikan Manusia dalam Waktu Dekat
Oleh