BEIJING, Bharata Online - Pusat Astronot Tiongkok (ACC) secara resmi telah meluncurkan rekrutmen, untuk program eksperimen istirahat di tempat tidur. Rekrutmen ini dirancang untuk mempersiapkan astronot untuk misi jangka panjang di Stasiun Luar Angkasa Tiongkok.
Tidak perlu gelar ilmu roket. Tidak perlu berlatih seperti astronot atau menahan gaya gravitasi yang sangat besar. Jika Anda seorang pria Tiongkok yang sehat berusia antara 30 dan 55 tahun, Anda benar-benar dapat berkontribusi dalam memajukan pengembangan penerbangan luar angkasa berawak Tiongkok, hanya dengan menghabiskan waktu berminggu-minggu berbaring. Dan tentunya Anda bisa mendapatkan hingga 70.000 yuan (178,3 juta rupiah) untuk pekerjaan tersebut.
Informasi ini pertama kali dicatat oleh akun media sosial Our Space, yang berfokus pada luar angkasa. Melalui wawancara telepon, ACC mengkonfirmasi detail tersebut, menegaskan bahwa perekrutan sukarelawan telah diluncurkan, dan orang-orang sudah mendaftar untuk berpartisipasi.
Menurut ACC, sukarelawan akan secara acak ditugaskan ke kelompok kontrol atau kelompok latihan. Mereka akan menghabiskan sekitar 15 hari atau 30 hari dalam posisi tidur miring khusus, dengan kepala di bawah (biasanya 6 derajat), yang secara cerdas meniru efek mikrogravitasi pada tubuh manusia.
Durasi dapat diperpanjang sesuai kebutuhan eksperimen, tetapi tidak akan pernah melebihi 60 hari. Para ilmuwan akan memantau data termasuk kepadatan tulang, kehilangan otot, fungsi kardiovaskular, keseimbangan, aliran darah, dan banyak lagi.
Kelompok latihan akan mengikuti tindakan penanggulangan, yang dirancang khusus untuk menguji, seberapa baik pelatihan khusus dapat melawan efek negatif dari kondisi luar angkasa.
Menurut Kantor Berita Xinhua, pada tahun 2019, 36 relawan pria sehat berbaring di tempat tidur dengan kepala lebih rendah, dan kaki lebih tinggi, selama 90 hari untuk sebuah eksperimen simulasi tanpa bobot, yang akan membuka jalan bagi tinggal jangka panjang astronot Tiongkok di luar angkasa.
Sumber ACC mencatat, bahwa peserta diizinkan untuk menggunakan telepon mereka selama eksperimen. (Sumber: Global Times)