Radio Bharata Online - Orang tua sering merasa frustrasi, ketika anak-anak mereka kecanduan game online daripada fokus pada studi mereka. Sebagian besar dari mereka merasa putus asa, tidak berdaya serta tidak memiliki cara yang efektif untuk membawa anak-anaknya kembali ke jalur yang benar.
Namun, orang tua dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok Tengah, memiliki gagasan tentang bagaimana menangani putra mereka yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas tiga sekolah dasar.
Mereka membiarkan anak laki-laki itu "berhenti" sekolah selama seminggu penuh, dan menetapkan rencana yang ketat baginya untuk bermain video game: dia harus bermain selama 16 jam per hari; jika dia melewatkan waktu makan, dia tidak punya apa-apa untuk dimakan; pada siang hari dan di penghujung hari, dia kemudian harus meringkas pencapaiannya untuk bermain game.
Sang ibu pun mendatangkan seorang ahli untuk "melawan" anaknya. Para orang tua mengatakan, mereka ingin menggunakan metode ini untuk membuat anak mereka berhenti bermain game online. Dia menganalogikan seperti halnya sekolah, bahwa ketika sesuatu menjadi tugas, tidak akan ada kesenangan.
Menurut laporan media, bocah itu marah sampai empat kali hanya dalam tiga hari.
Kesimpulannya, ini mungkin cara yang baik untuk mendidik anak-anak, tetapi orang tua harus lebih baik lagi dalam merefleksikan diri mereka sendiri tentang mengapa anak-anak bisa kecanduan. Anak-anak hanya menggunakan game online ketika mereka secara psikologis merasa hampa. (Global Times)