BEIJING, Radio Bharata Online - Otoritas pertahanan di pulau Taiwan mengamati peningkatan aktivitas Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Sebanyak 33 pesawat dan enam kapal PLA terdeteksi di sekitar pulau Taiwan pada hari Rabu. Pesawat yang terpantau diantaranya 10 jet tempur J-10 dan J-16, dan pesawat perang anti-kapal selam Y-8 dan Y- 9.
Otoritas pertahanan di pulau itu dalam siaran pers hari Kamis mengatakan, puluhan pesawat PLA melintasi apa yang disebut garis median Selat Taiwan, atau telah memasuki zona identifikasi pertahanan udara barat daya, yang diproklamirkan sendiri oleh pulau itu.
Menurut otoritas pertahanan pulau Taiwan, PLA telah meningkatkan latihan dan patroli rutin sejak hari Minggu.
Otoritas itu merinci, bahwa pada hari Minggu terlihat 24 pesawat PLA dan tujuh kapal PLA beroperasi di sekitar pulau, Senin 11 pesawat dan lima kapal, dan Selasa juga 11 pesawat dan lima kapal. Menurut Otoritas itu, angka-angka ini jauh di atas rata-rata harian.
Latihan PLA yang intensif, dilakukan pada saat pasukan separatis kemerdekaan Taiwan dan pasukan interferensi eksternal, meningkatkan provokasi atas masalah Taiwan.
Para ahli mengatakan, Lai Ching-te, kandidat separatis untuk pemilihan kepala daerah 2024 pulau itu, yang juga wakil kepala daerah saat ini, dijadwalkan untuk transit di AS, dalam perjalanannya ke Paraguay dari 12 hingga 18 Agustus. Peristiwa semacam itu akan memperburuk ketegangan di Selat Taiwan, dan menandai bukti lain dari dorongan AS terhadap pemisahan diri Taiwan.
Sementara Taro Aso, wakil presiden Partai Demokrat Liberal Jepang dan mantan perdana menteri Jepang, mengunjungi pulau Taiwan dari Senin hingga Rabu, di mana dia bertemu dengan pemimpin regional Taiwan Tsai Ing-wen, Lai Ching-te, dan lainnya. (Global Times)