Beijing, Radio Bharata Online - Data bank sentral Tiongkok atau People's Bank of China menunjukkan pada hari Rabu (27/12) bahwa total penerbitan obligasi di Tiongkok mencapai 6,53 triliun yuan (sekitar 14.280 triliun rupiah) bulan lalu.

Menurut data tersebut, penerbitan obligasi negara mencapai 1,22 triliun yuan (sekitar 2.668 triliun rupiah), dan penerbitan obligasi pemerintah daerah mencapai 667,21 miliar yuan (sekitar 1.461 triliun rupiah).

Pada bulan November 2023, penerbitan obligasi keuangan mencapai 963,93 miliar yuan (sekitar 2.111 triliun rupiah), dan penerbitan obligasi korporasi mencapai hampir 1,1 triliun yuan (sekitar 2.405 triliun rupiah). Penerbitan efek beragun aset mencapai 39,73 miliar yuan (sekitar 87 triliun rupiah), dan penerbitan sertifikat deposito antar bank mencapai lebih dari 2,51 triliun yuan (sekitar 5.497 triliun rupiah).

Data menunjukkan bahwa pada akhir bulan lalu, obligasi yang disimpan di bank mencapai 156,9 triliun yuan (sekitar 343.655 triliun rupiah).

Laporan itu mengatakan bahwa obligasi di pasar antar bank Tiongkok yang dipegang oleh institusi luar negeri mencapai 3,54 triliun yuan (sekitar 7.753 triliun rupiah), 2,3 persen dari total penyimpanan di pasar obligasi antar bank negara tersebut.