BEIJING, Radio Bharata Online - Zhuozhou, sekitar 75 kilometer barat daya Beijing, adalah pusat logistik terkenal untuk industri penerbitan. Ini adalah rumah bagi pusat logistik buku terbesar di ibu kota, tempat ratusan penerbit dan dealer menempatkan inventaris mereka.

Karena letak geografisnya yang rendah, Zhuozhou telah menjadi salah satu daerah yang paling terpukul oleh banjir baru-baru ini. Di beberapa gudang di tengah, terlihat buku-buku yang terendam air setinggi dua meter.

Menurut laporan majalah China Publishers pada hari Selasa, banyak gudang tanpa listrik atau air, dan telah meminta bantuan darurat.

CN Time Books, penerbit yang berbasis di Beijing, mengeluarkan pernyataan kepada kliennya pada hari Selasa, bahwa banjir telah merusak gudangnya di Zhuozhou, dan mereka tidak dapat menangani pesanan buku selama minimal 15 hari, hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Seorang juru tulis bermarga Ran dari CN Time Books mengatakan kepada Global Times, bahwa hampir semua buku penerbit rusak karena air.

Ran mengatakan, tingkat kerugiannya tidak terukur, karena saat ini tidak bisa mendapatkan akses ke gudang. Ran mengaku sedang mencari cara untuk menyelamatkan situasi.

BooksChina.com, toko buku online yang menyimpan lebih dari empat juta buku di gudangnya di Zhuozhou, juga mengeluarkan pemberitahuan di situsnya pada hari Selasa, mengatakan bahwa pengiriman dari Zhuozhou telah ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Huang Ping, manajer umum Books China, kepada China Publishers mengatakan, bahwa anggota staf memindahkan buku ke rak yang lebih tinggi, dan membendung gudang dengan 2.000 kantong berisi tanah.

China Publisher melaporkan, nilai total pengiriman buku dari pusat logistik pada tahun 2018 diperkirakan mencapai 10 miliar yuan. (Global Times)