Xinjiang, Radio Bharata Online - Petugas polisi pada hari Selasa (8/8) lalu menyelamatkan seorang pria yang secara tidak sengaja masuk dan tersesat di hamparan gersang Pegunungan Altun di barat laut Daerah Otonomi Xinjiang Uygur, Tiongkok, setelah pencarian ekstensif yang berlangsung selama 57 jam.
Sebuah kantor polisi tingkat dasar di Kabupaten Ruoqiang, Xinjiang, pada hari Minggu (6/8) lalu menerima telepon untuk meminta bantuan yang melaporkan hilangnya seorang pria bermarga Tu, yang terakhir kali terlihat di daerah penggembalaan di Pegunungan Altun, dan belum kembali hingga pukul 19:00 pada hari yang sama.
Polisi setempat segera mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan untuk menemukan pria tersebut. Pegunungan Altun, salah satu dari empat lahan tak berpenghuni terbesar di Tiongkok, berada pada ketinggian rata-rata di atas 3.500 meter.
Hujan yang terus menerus turun di pegunungan tersebut sejak pertengahan Juli 2023 telah menyebabkan tanah longsor dan angin topan, sehingga menjadi tantangan berat bagi tim penyelamat untuk mencari pria yang hilang tersebut.
Pada pagi hari Senin (7/8) lalu, tim pencari mengambil keputusan untuk memperluas cakupan upaya mereka untuk menemukan Tu. Mereka menjelajah ke daerah terpencil dan tak berpenghuni yang terletak di ketinggian lebih dari 4.800 meter. Wilayah yang luas ini membentang 160 kilometer dari utara ke selatan dan 45 kilometer dari timur ke barat.
Setelah pencarian ekstensif yang berlangsung selama 57 jam, tim penyelamat menemukan Tu terbaring di pinggir sungai dalam keadaan pingsan. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh, dan pihak berwenang telah mengonfirmasi bahwa dia sekarang dalam kondisi stabil dan tidak dalam bahaya.