BEIJING, Radio Bharata Online - Para peneliti dari Chinese Academy of Agricultural Sciences (CAAS) baru-baru ini memetakan distribusi geografis komposisi nutrisi kedelai di Tiongkok.
Para peneliti percaya bahwa penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food Research International, memberikan bukti ilmiah untuk memandu pembangunan basis produksi kedelai berkualitas tinggi di Tiongkok.
Menurut Han Tianfu, seorang peneliti di Institute of Crop Sciences CAAS, Seperti dilansir dari Xinhua, sebagai salah satu tanaman pangan utama, kedelai ditanam di wilayah ekologis yang luas di Tiongkok, dengan variasi kondisi lingkungan yang cukup besar, dan komposisi biji kedelai yang beragam. daerah yang berbeda.
Namun, pola distribusi geografis kualitas kedelai di Tiongkok sudah lama tidak jelas, karena kurangnya pengambilan sampel skala besar dan data analisis multi-sifat dari produksi aktual, kata Han.
Untuk mengklarifikasi pola spasial komposisi biji kedelai, peneliti mengumpulkan 1.792 sampel kedelai dari berbagai areal penanaman kedelai di 29 wilayah tingkat provinsi di Tiongkok, dari periode 2010 hingga 2017.
Melalui kuantifikasi dan analisis minyak mentah, protein, dan 11 kategori komponen fungsional sampel, para peneliti meluncurkan peta distribusi geografis visual dari berbagai nutrisi dalam kedelai.
Menurut Han, dari utara ke selatan melintasi Tiongkok, peta tersebut menunjukkan tren peningkatan yang jelas dalam kandungan protein kasar dan serat makanan, dan tren penurunan kandungan minyak mentah, fosfolipid, saponin, dan karotenoid.
Selain itu, kedelai dengan oligosakarida total tingkat tinggi terkonsentrasi di wilayah tengah.
Berdasarkan peta sebaran unsur hara, kondisi cuaca, dan sistem budidaya, peneliti membagi daerah produksi kedelai di Tiongkok menjadi tiga wilayah dan 10 sub wilayah. Mereka kemudian mengusulkan skema regionalisasi mutu benih kedelai untuk memandu produksi kedelai bermutu tinggi yang dapat dimakan.
Menurut Han, bagian utara wilayah timur laut Tiongkok memiliki keunggulan unik dalam mengembangkan kedelai fungsional yang dapat dimakan, dan disarankan untuk fokus pada produksi bahan baku kedelai yang dapat dimakan seperti susu kedelai, tahu dan tauge di wilayah ini.
Sementara itu, bagian tengah dan selatan wilayah timur laut adalah daerah yang cocok untuk kedelai dengan minyak tinggi dan hasil tinggi, dan disarankan untuk membangun area produksi terkonsentrasi untuk kedelai minyak tinggi untuk meningkatkan swasembada kedelai untuk minyak di Tiongkok.
Adapun bagian selatan wilayah Huang-Huai-Hai, kedelai di sana memiliki kandungan protein yang tinggi dan wilayah tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku dasar pengolahan protein, tambah peneliti.