Jiangmen, Bharata Online - Presiden Nauru, David Adeang, kembali ke kampung halamannya di Jiangmen, Provinsi Guangdong minggu ini, bukan hanya untuk menghormati warisan keluarga, tetapi juga untuk menjajaki kolaborasi energi terbarukan dan memperdalam hubungan antar masyarakat antara negara kepulauan Pasifik tersebut dan Tiongkok.

Ia tiba di provinsi tersebut pada hari Minggu (8/2) untuk kunjungan lima hari, menandai perjalanan keduanya ke kota di selatan Tiongkok tersebut hanya dalam tujuh bulan.

Adeang dan keluarganya disambut kembali di Jiangmen saat mereka menelusuri akar leluhur mereka. Rumah leluhur kakek buyutnya berdiri di kota kuno Chikan, tempat lebih dari seabad yang lalu leluhurnya pergi ke Asia Tenggara untuk mencari nafkah sebelum akhirnya menetap di Nauru.

"Saya merasa bukan orang asing lagi, saya merasa seperti keluarga. Hubungan bilateral dapat diperkuat melalui pertukaran antar masyarakat dan siapa yang lebih baik untuk mempromosikan hal itu selain presiden negara saya. Itu saya," kata Adeang.

Dalam sebuah upacara yang mengharukan pada hari Rabu, presiden bergabung dengan penduduk desa setempat dalam ritual pemujaan leluhur tradisional, menerima berkat dan hadiah simbolis dari seorang tetua komunitas. Bersama-sama, mereka menulis bait-bait Festival Musim Semi, membuat kue beras, berbagi makan malam reuni yang hangat, dan membagikan amplop merah.

Sehari sebelum reuni yang emosional ini, Presiden itu mengunjungi pabrik panel surya di Jiangmen untuk mengeksplorasi cara-cara memanfaatkan sepenuhnya sinar matahari Nauru yang melimpah.

"Teknologinya tentu saja kelas dunia. Dan saya merasa kita menyia-nyiakan sinar matahari yang kita miliki di Nauru, tetapi mungkin kita dapat, melalui kerja sama dengan pemerintah, mengembangkan proyek yang akan membawa kita ke 100 persen energi terbarukan," ujar Adeang.

Presiden itu juga bertemu dengan Ma Enduo, penduduk asli Jiangmen, pendiri dan ketua Amos, salah satu produsen permen utama di Tiongkok. Terkesan oleh ikatan yang langsung terjalin, Ma berjanji untuk mengirimkan satu kontainer penuh permen kepada masyarakat Nauru.

Adeang mengucapkan terima kasih kepada Ma atas hadiah murah hatinya kepada rakyat Nauru, menyoroti ikatan yang ia rasakan dengan kampung halamannya.

"Dan dia berasal dari Jiangmen, kampung halaman saya. Kami bersaudara," katanya.

Adeang juga menekankan bahwa kunjungan tersebut menjembatani warisan dan masa depan, menambahkan sentuhan manis pada semakin eratnya hubungan Nauru-Tiongkok.