Hong Kong, Bharata Online - Para relawan dan kelompok masyarakat bergegas datang, bertekad untuk membantu setelah kebakaran besar terjadi di kompleks apartemen di Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) pada hari Rabu (26/11) lalu.

Bantuan darurat seperti selimut, makanan, dan air, yang disumbangkan oleh perusahaan dan individu, terus berdatangan ke tempat penampungan sementara.

Banyak warga juga secara sukarela mengangkut persediaan, mengorganisir penggalangan dana, dan menawarkan konseling psikologis daring.

"Saya telah tinggal di sini selama lebih dari 30 tahun. Hati kami sangat terharu saat ini. Namun di saat yang sama, kami merasa sangat terhibur oleh dukungan dari para pemimpin nasional kami, para pemimpin di semua tingkatan, dan semua sektor masyarakat. Mereka yang dapat memberi uang sedang memberi uang, mereka yang dapat berkontribusi sedang memberikan kekuatan mereka. Hal ini membuat kami merasa bahwa ketika satu tempat dalam kesulitan, bantuan datang dari segala arah. Relawan kami datang dari seluruh Hong Kong, juga dari daratan dan bahkan luar negeri. Semua orang datang secara sukarela, dan kebanyakan dari kami tidak saling kenal sebelumnya," ungkap seorang relawan.

"Saya merasa kita semua adalah warga Hong Kong, dan ketika orang lain membutuhkan bantuan, kita, kaum muda, dapat melakukan bagian kita dan membantu dengan menyediakan kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan pokok yang mereka butuhkan. Mereka semua sangat senang karenanya," kata seorang siswa SMA.

"Semua orang bekerja sama. Ini benar-benar mencerminkan semangat 'ketika satu tempat dalam kesulitan, bantuan datang dari segala arah'," ujar relawan SMA lainnya di lokasi kejadian.

Angus Ng Hok-ming, Ketua Asosiasi Pemuda Wilayah Teluk Raya Guangdong-Hong Kong-Makau, juga telah mengorganisir para relawan untuk memberikan bantuan.

"Kami merekrut 1.200 relawan dalam dua hari. Saat ini, persediaan cukup, personel kami memadai, dan relawannya banyak. Jadi, kami dapat melihat bahwa semua orang bersatu dan melakukan yang terbaik untuk mendukung upaya bantuan bencana. Saya merasa ini menunjukkan Hong Kong penuh kasih," tutur Ng.

Operasi pemadaman kebakaran, penyelamatan, dan pencarian telah selesai pada Jumat pagi setelah kebakaran fatal terjadi di Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, pada Rabu (26/11) sore. Tragedi ini telah merenggut 128 nyawa.