Beijing, Bharata Online - Buku putih pengendalian senjata Tiongkok yang baru dirilis telah menunjukkan tekad dan rasa tanggung jawab negara yang kuat untuk memperkuat pengendalian senjata, menjaga stabilitas strategis, dan mengurangi kerugian akibat perang, kata Jiang Bin, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok.

Buku putih yang berjudul "Pengendalian Senjata, Perlucutan Senjata, dan Nonproliferasi Tiongkok di Era Baru" itu dirilis oleh Kantor Informasi Dewan Negara Tiongkok pada hari Rabu (26/11).

"Tiongkok telah berpartisipasi secara konstruktif dalam tata kelola keamanan global, berupaya memajukan proses pengendalian senjata, perlucutan senjata, dan nonproliferasi internasional, serta memainkan peran penting dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas dunia," ujar Kolonel Senior Jiang Bin dalam konferensi pers di Beijing pada hari Kamis (27/11) dalam menafsirkan buku putih tersebut.

Buku putih itu merupakan yang pertama kali dirilis sejak Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-18 pada tahun 2012, kata Jiang, seraya menambahkan bahwa buku putih ini merupakan langkah konkret yang diambil Tiongkok untuk mengimplementasikan Inisiatif Keamanan Global dan Inisiatif Tata Kelola Global yang diajukan oleh Presiden Xi Jinping masing-masing pada tahun 2022 dan 2025.

Menurutnya, buku putih ini juga merupakan manifesto zaman Tiongkok untuk menyatakan komitmen teguhnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia, menjaga tatanan internasional pascaperang, dan menjaga proses pengendalian senjata multilateral.

"Buku putih pengendalian senjata yang baru memberikan tinjauan sistematis atas serangkaian pemikiran, konsep, dan sudut pandang baru yang signifikan mengenai tata kelola keamanan global dan pengendalian senjata internasional yang diajukan oleh Presiden Xi Jinping. Buku putih ini menyoroti posisi dan proposisi Tiongkok terkait pengendalian senjata di bidang-bidang tradisional dan tata kelola keamanan di bidang-bidang yang sedang berkembang. Dokumen ini secara komprehensif menguraikan penilaian strategis Tiongkok terhadap situasi keamanan internasional dan pengendalian senjata saat ini, kebijakan pengendalian senjata negara di era baru, dan kontribusi proaktifnya dalam memajukan upaya pengendalian senjata, pelucutan senjata, dan nonproliferasi internasional. Hal ini menunjukkan tekad dan rasa tanggung jawab Tiongkok yang kuat untuk memperkuat pengendalian senjata, menjaga stabilitas strategis, dan mengurangi kerugian akibat perang," jelasnya.

"Apa pun perubahan lanskap internasional, Tiongkok akan bekerja sama dengan semua negara pencinta perdamaian lainnya untuk meningkatkan tata kelola keamanan global, menegakkan keadilan dan kesetaraan internasional, memajukan proses pengendalian senjata multilateral, menjaga stabilitas strategis global, menyuntikkan kepastian dan energi positif yang lebih besar ke dalam dunia yang penuh gejolak dan perubahan, serta bersama-sama membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia," ujarnya.