Dakar, Bharata Online - Sebuah film yang mengisahkan pembangunan Tiongkok diputar di Guediawaye, Dakar, ibu kota Senegal, pada hari Minggu (29/3), yang mencerminkan penguatan hubungan antara Tiongkok dan Afrika.

Pemutaran film ini diselenggarakan oleh China Media Group bekerja sama dengan Cinema Numerique Ambulant (CNA) atau Mobile Digital Cinema, sebuah jaringan pan-Afrika yang bertujuan untuk membawa film-film Afrika ke daerah pedesaan melalui media digital, sebagai acara sampingan dari rangkaian Dialog Global "Tiongkok di Musim Semi: Peluang Bersama Pembangunan Tiongkok untuk Dunia".

Dalam pidato video pada acara tersebut, Presiden China Media Group, Shen Haixiong, mencatat perkembangan perfilman dan sektor audiovisual Tiongkok, sebuah model yang menurut Coumba Sarr, Direktur CNA, harus dipelajari oleh Afrika.

"Kami sedang membahas pembangunan dan jalur strategis, yang diperkuat oleh kerja sama antara kedua negara kami, Senegal dan Tiongkok. Kami merangkul semangat berbagi, saling memahami melalui citra, berbagi perspektif, dan mengidentifikasi area kolaborasi yang mungkin di berbagai sektor. Saya sangat senang mendengar beliau (Shen) menyebutkan perfilman dan sektor audiovisual, karena Tiongkok benar-benar jauh lebih maju di bidang ini. Akan menjadi suatu kehormatan bagi Senegal dan seluruh Afrika untuk mendapatkan manfaat dari pengetahuan tersebut. Saya percaya bahwa bersama-sama, kita lebih kuat," ujar Sarr.

Di luar aspek budaya, film ini menyoroti peran Tiongkok yang semakin meningkat sebagai pemain kunci dalam pembangunan global, khususnya melalui investasi dan proyek kerja sama di Afrika.

"Ini sangat menarik. Saya menonton filmnya dari awal sampai akhir. Film ini tentang pertanian, peternakan, dan banyak hal lainnya. Terutama bagi orang-orang yang menebang kayu di hutan, mereka telah mengganti kayu dengan bambu. Di Senegal, kami memiliki bambu. Kami cenderung kehilangan hutan kami karena penebangan. Jadi kami berterima kasih kepada China dan menyambut mereka untuk datang ke sini untuk berbagi keahlian mereka. Kami sangat berterima kasih untuk itu dan kami menyambut mereka dengan tangan terbuka," kata Serigne Mbaye Sarr, Perwakilan Lingkungan Wakhinane Nimzatt, sebuah kotamadya padat penduduk di pinggiran Dakar.