SAO PAULO, Radio Bharata Online - Ketika orang berbicara tentang Brasil, hal pertama yang terlintas dalam pikiran sering kali adalah tarian samba dan sepak bola, hutan hujan tropis yang luas, dan kekayaan sumber daya alamnya.

Selain itu, Brasil juga merupakan rumah bagi produsen pesawat terbang Embraer, yang sering dipuji sebagai permata mahkota industri Brasil, dan perusahaan tersebut mengincar pasar penerbangan regional yang berkembang pesat di kota-kota kecil Tiongkok, untuk lebih memacu pertumbuhannya.

Menurut prospek pasar terbaru yang dirilis oleh Embraer, selama Pameran Air China ke-15 yang baru saja berakhir di Zhuhai, provinsi Guangdong, dalam 20 tahun ke depan, Tiongkok diperkirakan akan menunjukkan permintaan sebanyak 1.630 pesawat dengan kapasitas dibawah 150 kursi.

Martyn Holmes, kepala komersial Embraer Commercial Aviation, di Zhuhai selama pameran udara tersebut mengatakan, bagi Tiongkok, membangun sistem transportasi udara yang menghubungkan rute utama dan regional, serta menghubungkan pusat-pusat perkotaan dan daerah terpencil, memerlukan pesawat berukuran tepat untuk mengoptimalkan struktur jaringan.  Menurut Holmes, Jet berukuran lebih kecil adalah kunci untuk membangun konektivitas jaringan dalam skala yang lebih besar.  Dikatakan, kemampuan hub regional untuk menyediakan penerbangan frekuensi tinggi, yang menghubungkan lebih banyak kota dan meningkatkan kualitas layanan, akan menarik lebih banyak penumpang.

Saat ini, pabrikan Brasil tersebut mengoperasikan sekitar 80 pesawat di Tiongkok. Pesawat-pesawat tersebut menghubungkan bandara-bandara kecil dan menengah, sehingga memudahkan perjalanan di pasar regional.

Saat ini semakin banyak bandara regional di kota-kota lapis kedua dan ketiga di Tiongkok, yang mengalami peningkatan lalu lintas penumpang, dengan jumlah penumpang tahunan mencapai rekor tertinggi tahun lalu.

Tahun lalu, jumlah penumpang tahunan Bandara Xiliinhot, bandara di daerah otonomi Mongolia Dalam, mencapai lebih dari 1 juta. Dan jumlah penumpang di Bandara Altay Xuedu, bandara regional di daerah otonomi Uygur Xinjiang mencapai lebih dari 500.000. (China Daily)