Changzhou, Radio Bharata Online - Terlepas dari tantangan global, Tiongkok masih menjadi pilihan yang baik bagi perusahaan asing untuk berinvestasi karena negara ini telah meningkatkan upaya untuk menarik lebih banyak investasi asing.

Di Kota Changzhou, Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, proyek tahap II Sateri, sebuah perusahaan di bawah Royal Golden Eagle Singapura, sedang dibangun. Lini produksi kain bukan tenunannya juga diperkirakan akan mulai beroperasi pada paruh pertama tahun 2024.

"Kami sangat optimis dengan prospek pasar Tiongkok dan akan terus meningkatkan investasi, dengan total investasi mencapai 1,57 miliar dolar AS (sekitar 24,5 triliun rupiah)," ujar Tu Jianzhong, General Manager Sateri (Changzhou).

Pada bulan Januari 2024, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok meluncurkan gelombang ketujuh dari proyek-proyek investasi asing utama. Ke-11 proyek yang mencakup berbagai bidang penting ini diperkirakan akan menginvestasikan lebih dari 15 miliar dolar AS (sekitar 234 triliun rupiah).

"Proyek-proyek investasi asing besar memiliki skala investasi yang besar dan kepemimpinan teknologi yang luar biasa, yang dapat memainkan peran yang patut dicontoh dalam mendorong lebih banyak perusahaan multinasional untuk terus berkembang di pasar Tiongkok," kata Li Dawei, peneliti ekonomi luar negeri dari Akademi Riset Makroekonomi Tiongkok.

Saat ini, Tiongkok menghadapi tantangan dalam menarik investasi asing. Hal ini dikarenakan, di satu sisi, investasi lintas batas global secara keseluruhan mengalami penurunan. Sementara di sisi lain, Federal Reserve telah menaikkan suku bunga, yang secara signifikan meningkatkan kisaran target suku bunga federal fund, serta menurunkan selera risiko dan inisiatif perusahaan untuk berinvestasi di luar negeri.

Tapi, tren jangka panjang yang sehat secara keseluruhan dari ekonomi Tiongkok dan daya tariknya terhadap investasi asing tetap tidak berubah.

Menurut investigasi yang dilakukan oleh beberapa kamar dagang di Tiongkok, 50 persen perusahaan AS yang disurvei menempatkan Tiongkok sebagai tiga besar tujuan investasi di dunia, sementara hampir 60 persen perusahaan Uni Eropa menganggap Tiongkok sebagai salah satu dari tiga negara tujuan investasi utama.

Survei ini juga menunjukkan bahwa lebih dari separuh perusahaan Jerman berencana untuk meningkatkan investasi di Tiongkok dalam dua tahun ke depan.