New York, Bharata Online - Tiongkok mengutuk keras semua tindakan yang menargetkan anak-anak, kata Fu Cong, Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang anak-anak dan pendidikan dalam konflik pada hari Senin (2/3).
Pertemuan tersebut diadakan dua hari setelah Amerika Serikat dan Israel pada hari Sabtu (28/2) lalu melancarkan serangan udara terkoordinasi terhadap Iran, yang memicu serangkaian serangan balasan oleh Iran terhadap target AS dan Israel di seluruh Timur Tengah. Peristiwa ini menyebabkan peringatan PBB mengenai keselamatan anak-anak.
Menurut media pemerintah Iran, pada hari pertama serangan, serangan mematikan menghantam sekolah dasar putri di provinsi Hormozgan, Iran selatan, yang mengakibatkan kematian sedikitnya 165 orang, sebagian besar siswi.
Berbicara dalam pertemuan tersebut, Fu mengatakan bahwa seiring dengan terus meletusnya konflik global satu demi satu, insiden yang membahayakan anak-anak meningkat dari tahun ke tahun. Utusan Tiongkok tersebut menyatakan keprihatinan yang mendalam dan mengutuk keras semua serangan terhadap sekolah.
"Memperkuat perlindungan anak adalah prioritas utama. Tiongkok mengutuk keras semua tindakan yang menargetkan anak-anak dan mendesak pihak-pihak yang berkonflik untuk memenuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional, melindungi anak-anak dari kehancuran perang, dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip moral kemanusiaan yang paling mendasar. Menyerang sekolah adalah salah satu dari enam pelanggaran serius terhadap anak-anak yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan harus dikutuk keras dan ditentang dengan tegas," ujar Fu.