BEIJING, Radio Bharata Online - Kementerian Urusan Sipil Tiongkok menyatakan, pemerintah Tiongkok telah mengeluarkan serangkaian pedoman untuk mempercepat pengembangan layanan perawatan bagi warga lanjut usia(lansia) di daerah pedesaan, yang mewakili rencana nasional yang komprehensif dan sistematis.
Pedoman tersebut menetapkan target yang harus dipenuhi pada tahun 2025. Jaringan layanan perawatan lansia di pedesaan harus lebih ditingkatkan. Nantinya, tingkat cakupan keseluruhan pusat layanan perawatan lansia di tingkat kotapraja harus tidak kurang dari 60 persen.
Menurut data terbaru, populasi Tiongkok yang berusia 60 tahun ke atas telah melampaui 296 juta jiwa.Jumlah penduduk lanjut usia yang besar dan populasi yang menua telah menyebabkan meningkatnya permintaan akan perawatan lansia.
Saat ini layanan perawatan lansia di wilayah pedesaan di Tiongkok menghadapi kebutuhan yang lebih mendesak dan permasalahan yang lebih besar dibandingkan dengan layanan di wilayah perkotaan. Proporsi penduduk lanjut usia yang berusia 60 tahun ke atas di perdesaan sebesar 23,81 persen, lebih tinggi 7,99 poin persentase jika dibandingkan dengan penduduk perkotaan.
Tiongkok diketahui memiliki 16.000 panti jompo di pedesaan yang secara kolektif menyediakan lebih dari 1,68 juta tempat tidur. menurut Kementerian Urusan Sipil, Tiongkok memiliki sekitar 145.000 fasilitas perawatan lansia yang saling membantu di daerah pedesaan, namun kenyamanan dan aksesibilitas terhadap fasilitas ini perlu ditingkatkan
Sesuai dengan pedoman tersebut, badan usaha milik negara dan swasta didorong untuk mengoperasikan fasilitas layanan perawatan lansia di daerah pedesaan. Pada bulan Januari, Dewan Negara telah mengeluarkan dokumen yang mempromosikan pengembangan ekonomi perak, mengusulkan langkah-langkah di berbagai bidang seperti pangan, perumahan, transportasi, perawatan lansia, dan manajemen kesehatan lansia.