Jakarta, Bharata Online - Pekan seni rupa terkemuka di Indonesia, Art Jakarta, akan menggelar edisi 2026 pada 2-4 Oktober di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Melengkapi dua agenda yang digelar awal tahun ini, Art Jakarta Papers dan Art Jakarta Gardens, pekan seni utama ini tetap konsisten menyoroti seni rupa kontemporer dari kawasan Asia Tenggara. Pada pagelaran tahun ini, Art Jakarta merangkul 75 galeri, yang lebih dari separuhnya adalah galeri domestik, 33 galeri mancanegara dan 19 galeri yang berpartisipasi untuk pertama kalinya. Hal ini menjadi cerminan atas antusiasme dan pesatnya pertumbuhan kancah seni yang menyertai setiap edisi Art Jakarta.
"Art Jakarta, saat ini telah berkembang menjadi salah satu art fair yang paling dinamis di Asia Tenggara. Untuk mendukung ekosistem seni rupa yang terus berkembang, sejak tahun ini, Art Jakarta berlangsung tiga kali dalam setahun: Art Jakarta Papers, Art Jakarta Gardens, Art Jakarta International Art Fair. Masing-masing punya fokus dan titik berat tersendiri. Sementara pada saat bersamaan Art Jakarta juga perlu tetap menjadi ruang tempat para stakeholder seni rupa di kawasan ini dapat bertemu, bertukar informasi dan pengetahuan, berjejaring dan bekerjasama. Inilah peran utama Art Jakarta yang berlangsung di awal Oktober ini, di JIExpo Kemayoran. Harapan kami, jika peran dan fungsi ini dapat terus kami kerjakan dengan baik, maka ekosistem pasar seni rupa di Indonesia dan di kawasan ini juga akan tetap dinamis dan berkembang," ujar Enin Supriyanto, Direktur Artistik Art Jakarta.
Keberlangsungan edisi tahun ini tak lepas dari dukungan jajaran Lead Partners Art Jakarta 2026: Julius Baer, Bibit dan Stockbit, Treasury, dan BCA. Keempat mitra yang Kembali bergabung ini turut berkontribusi dalam menyemarakkan dan menambah antusiasme pameran melalui serangkaian Presentasi Khusus.
Merayakan 20 tahun kehadirannya di kawasan Asia, grup wealth management Julius Baer mempertegas komitmennya terhadap komunitas seni rupa Indonesia dengan mendukung Art Jakarta untuk tahun kelimanya. VIP Lounge oleh Julius Baer akan menampilkan kolaborasi khusus dengan Handiwirman Saputra (lahir 1975), salah satu perupa kontemporer Indonesia yang diakui secara internasional. Handiwirman dikenal lewat kemampuannya mengolah material sehari-hari menjadi karya seni yang memikat.
Bersamaan dengan penampilan seri terbarunya Penampang Taut Berpilin serta sejumlah lukisan barunya, para tamu diajak untuk berpartisipasi dalam Kuasa Alam (The Might of Nature), sebuah karya aktivasi interaktif di mana pengunjung dapat mengkustomisasi art print mereka sendiri. Aktivitas ini mendorong ekspresi kreatif yang terinspirasi oleh hubungan individu dengan alam.
Aplikasi investasi digital yang telah memenangkan berbagai penghargaan, Bibit dan Stockbit, menggandeng perupa asal Yogyakarta, Endry Pragusta dalam merancang karya Lost at Sea. Melalui instalasi berbentuk perahu rakit, seniman ingin memperlihatkan parallel antara kemampuan penyesuaian dan adaptasi yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran, serta ketangguhan yang dibutuhkan seorang investor untuk menavigasi pasang surut perjalanan finansialnya. Di saat bersamaan, pengunjung diundang untuk berpartisipasi dalam aktivitas menulis dan origami sebagai media untuk menuangkan harapan serta aspirasi mereka secara kolektif.
Sementara itu, Treasury, platform investasi emas digital terkemuka, akan berkolaborasi dengan pemenang Treasury Art Prize tahun ini, Etza Meisyara. Presentasinya, Gravity of the Unheld merupakan instalasi intermedia dan multisensori yang meneropong peralihan wujud emas dari sekadar logam mulia menjadi manifestasi nilai-nilai kemuliaan yang transenden. Treasury juga akan mengolah elemen-elemen instalasi tersebut menjadi karya yang dapat dibawa pulang oleh pengunjung.
BCA, institusi perbankan terkemuka, turut meramaikan melalui myBCA District One, tempat di mana para pengunjung dapat mencoba berbagai fitur perbankan praktis dan inovatif. BCA juga kembali menawarkan penawaran eksklusif untuk setiap transaksi yang berlangsung di Art Jakarta.
Dinamika pameran edisi 2026 kian menguat melalui kolaborasi para Main Partners dengan jajaran perupa dan studio-studio desain. iForte dan Protelindo Group, berkolaborasi dengan seniman Agnes Hansella dalam Hutan Kabel, sebuah instalasi yang memanfaatkan Kembali limbah kabel. TACO, Main Partners yang kembali bergabung, akan menghadirkan instalasi karya Aji Fajar/Palette Studio, The Curiosity Engine. Terinspirasi oleh kampanye New Horizon serta palet warna fajar milik TACO, karya ini merajut ulang mekanisme yang akrab guna memantik rasa ingin tahu dan peluang baru.
Dua Main Partners Art Jakarta 2026 turut memberi ruang bagi para pemenang kompetisi seni masing-masing. SUPERMUSIC menghadirkan para pemenang dari kompetisi ART MEETS MUSIC. Kompetisi ini mengundang para peserta untuk menerjemahkan energi, gestur, dan gaya hidup skena musik alih-alih sekadar menampilkan atribut genre atau representasi harfiah musisi di panggung. Di sisi lain, MR.D.I.Y. selaku Main Partners baru tahun ini akan memamerkan karya dari tujuh pemenang MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 yang mengusung tema "Strength & Resilience". Presentasi ini juga akan menampilkan enam penerima penghargaan dari rangkaian kompetisinya di Malaysia dan Thailand.
Kolaborasi brand dan produk bersama para perupa juga membuahkan bentuk kreativitas yang memikat. ALCHEMIST berkolaborasi dengan pelukis kontemporer asal Jepang, Mai Yokoyama, untuk merancang booth serta kemasan produk. Darbotz terpilih sebagai kolaborator Djournal, di mana identitas visualnya diterjemahkan ke dalam bentuk merchandise eksklusif, tiga kreasi kopi, desain booth, hingga karya patung. Adapun MINI yang menghadirkan semangat kolaborasinya bersama Paul Smith ke booth mereka di Art Jakarta. MINI mengajak pengunjung untuk mengeksplorasi beragam gagasan personal mereka tentang pemaknaan 'destinasi'.
Momen ini juga menjadi ajang penyambutan jajaran Main Partners baru, salah satunya AIA. Melalui The Living Legacy, AIA mempersembahkan kolaborasinya bersama Maestro Batik Iwan Tirta. EDISII, yang sebelumnya terlibat di Art Jakarta Papers, kini hadir menampilkan seleksi art prints karya Ugo Untoro, Sunaryo, Agus Suwage, serta sederet seniman lainnya. Aesop juga akan hadir dengan Aesop Women's Library. The Solitaire, pusat bedah estetika berkelas dunia, turut mencatat kemitraan perdananya dalam pameran tahun ini. Edisi tahun 2026 akan kembali menghadirkan berbagai bagian pameran dengan pengakuan luas, sekaligus menampilkan bagian baru untuk pertama kalinya.
SPOT kembali hadir menampilkan karya dan sajian di luar format booth konvensional, yang memungkinkan galeri mengeksplorasi beragam skala serta pendekatan spasial dalam mempresentasikan karya seni. Tahun ini, bagian ini akan menampilkan para seniman Indonesia maupun regional, termasuk Nguyễn Phương Linh (Vietnam, Ara Contemporary), Henryette Louise (Indonesia, ArtSociates), Albertho Wanma dan Budi Santoso (Indonesia, ROH), and Angki Purbandono (Indonesia, SAL Project).
SCENE merupakan sebuah platform yang menyoroti kolektif seniman serta proyek kolaboratif, yang mencerminkan keberagaman serta budaya praktik kolektif yang kuat dalam medan seni rupa Indonesia. Tahun ini, segmen ini berkembang hingga mencakup 39 partisipan dari berbagai kota di seluruh Indonesia.
AJX hadir sebagai segmen yang mengusung kolaborasi antara Art Jakarta dengan berbagai institusi dan lembaga kebudayaan, baik lokal maupun internasional. Menginjak tahun kedua kehadirannya, Korea Focus, hasil kerja sama Korean Ministry of Culture, Sports and Tourism dengan the Korea Arts Management Service, memboyong 14 galeri dari Korea Selatan. Di samping itu, Natta-Cita Art Space (N-CAS) dari ISI Bali turut menampilkan karya seni kontemporer Bali dari para seniman-akademisi, menegaskan komitmen segmen ini dalam memperlihatkan keberagaman karakteristik seni rupa kontemporer kawasan regional.
Hadir perdana tahun ini, SCOPE, berkolaborasi dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya yang dikelola oleh Kementerian Kebudayaan RI, menghadirkan MTN Market yang memboyong seleksi emerging art fair dari penjuru Nusantara ke Jakarta. Mini Art Malang (Malang), Artists Art Fair (Pekanbaru), ART HEY (Banyumas), Maa Ledungga (Gorontalo), Hello Goodbye Photo Market (Bekasi), dan Watercolor Art Fair (Yogyakarta) menjadi program dan komunitas yang terpilih melalui panggilan terbuka (open call), dan akan tampil di segmen khusus ini.
Secara keseluruhan, deretan program ini mempertegas komitmen berkelanjutan Art Jakarta sepanjang tahun dalam merangkul berbagai praktik artistik, komunitas kolektor, serta ekosistem seni rupa, sembari mempererat jejaring antara kancah seni rupa Indonesia dengan pasar seni Asia yang lebih luas. Rangkaian program ini menyajikan gambaran komprehensif terhadap lanskap seni rupa kontemporer Indonesia, seraya terus mendukung dan memelihara ekosistem seni melalui platform Art Jakarta.
Penjualan tiket telah dibuka sejak 17 September 2026, secara eksklusif di artjakarta.com.