JAKARTA, Radio Bharata Online - Pengembang pesawat asal Tiongkok telah mencapai tonggak penting dalam program unmanned aerial vehicle (UAV). Pesawat kargo tak berawak HH-100, yang dikembangkan oleh Xi'an Aircraft Industry, unggul dalam uji taksi berkecepatan tinggi terakhirnya pada 3 April, di mana pesawat berhasil melakukan "rotasi" - mengangkat roda hidungnya dengan kecepatan lepas landas.
Setelah mendemonstrasikan kinerja yang stabil dan kontrol taksi otonom yang presisi, HH-100 sekarang siap untuk penerbangan perdananya. Industri Pesawat Terbang Xi'an adalah anak perusahaan dari Aviation Industry Corporation of China (AVIC).
Sistem drone unik ini menggabungkan UAV dengan stasiun darat khusus. HH-100 menawarkan beberapa keunggulan utama: keterjangkauan, kapasitas kargo yang tinggi, dan perbedaan karena seluruhnya dibangun menggunakan komponen yang bersumber dari dalam negeri. HH-100 menawarkan spesifikasi yang mengesankan.
Dengan berat lepas landas maksimum 2.000 kilogram, ia dapat membawa muatan 700 kg pada jarak 520 kilometer dengan kecepatan jelajah hingga 300 km per jam. Drone ini dapat beroperasi pada ketinggian maksimum 5.000 meter, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi. Ini termasuk logistik pengumpan, pemadaman kebakaran di hutan dan padang rumput, pemantauan kebakaran, pengangkutan dan pengiriman pasokan darurat, relai komunikasi, dan bahkan peningkatan hujan buatan. Selain itu, AVIC memanfaatkan model pengembangan kolaboratif, bermitra dengan unit internal dan perusahaan swasta untuk menghasilkan komponen penting. [CGTN]