New York, Radio Bharata Online - Seorang utusan Tiongkok mengatakan pada hari Selasa (14/5) bahwa Tiongkok akan terus mengambil posisi yang obyektif dan adil serta tetap berhubungan dengan pihak-pihak terkait dalam bekerja tanpa henti untuk penyelesaian politik krisis Ukraina.

Tiongkok sangat prihatin dengan krisis Ukraina yang sedang berlangsung, konflik di darat yang baru-baru ini meningkat dan serangan-serangan jahat yang menyebabkan korban jiwa yang serius dan dampak kemanusiaan yang sering terjadi, ujar Geng Shuang, Wakil Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, dalam sebuah pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai isu Ukraina.

Geng mengatakan bahwa seiring dengan berlarut-larutnya peperangan di Ukraina dan semakin parahnya situasi kemanusiaan, Tiongkok telah berulang kali menyerukan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk tetap rasional dan menahan diri, serta secara ketat mematuhi hukum kemanusiaan internasional, untuk menghindari serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil.

Geng mengatakan bahwa Tiongkok telah memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan penyelesaian politik krisis dan mengedepankan empat prinsip untuk menyelesaikan krisis Ukraina, yakni kedaulatan dan integritas teritorial semua negara harus dihormati, tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB harus sepenuhnya diperhatikan, masalah keamanan yang sah dari semua negara harus ditanggapi dengan serius, dan semua upaya yang kondusif untuk penyelesaian krisis secara damai harus didukung.

Sejarah telah membuktikan berkali-kali bahwa konflik apa pun pada akhirnya dapat diselesaikan hanya melalui dialog, dan cara-cara militer tidak akan menjamin perdamaian yang langgeng, kata Geng, seraya menambahkan bahwa krisis Ukraina tidak terkecuali.

Untuk kasus ini, kata Geng, Tiongkok mendesak pihak-pihak yang terlibat konflik untuk segera melanjutkan pembicaraan dan kontak satu sama lain, dan bekerja sama untuk meredakan situasi. Komunitas internasional harus menciptakan kondisi untuk mengakhiri pertempuran sesegera mungkin, katanya.