Shanghai, Bharata Online - Pemerintah Kota Shanghai mengumumkan rencana pengembangan sektor jasa kota untuk Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030) pada hari Senin (1/6), mengumumkan bahwa nilai tambah sektor tersebut harus mencapai sekitar 6 triliun yuan (sekitar 15.806 triliun rupiah) pada tahun 2030.
Nilai tambah industri jasa Shanghai mencapai 4,5 triliun yuan (sekitar 11.855 triliun rupiah) pada tahun 2025, yang mencakup 79,3 persen dari PDB kota.
"Pada tahun 2030, Shanghai pada dasarnya akan membangun sistem industri jasa baru yang berkualitas tinggi dan efisien, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata nilai tambah industri jasa mencapai lebih dari 5,5 persen dan produktivitas tenaga kerja di industri tersebut melebihi 450.000 yuan (sekitar 1,2 miliar rupiah) per orang," ujar Liu Jian, Direktur Komisi Pembangunan dan Reformasi Kota Shanghai.
Rencana tersebut juga mengusulkan agar Shanghai memajukan pengembangan layanan teknologi cerdas baru seperti teknologi perangkat lunak AI dan pengemudian cerdas. Kota ini pun akan mempercepat pengembangan industri layanan medis dan kesehatan, menciptakan sistem layanan penitipan anak berkualitas tinggi, mendorong pengembangan layanan domestik berkualitas tinggi, serta memperluas ruang konsumsi berbasis pengalaman.