TEL AVIV, Radio Bharata Online - Juru Bicara Militer Israel Daniel Hagari pada Minggu (14/4/2024) mengakui, serangan Iran telah menyebabkan kerusakan pada sebuah pangkalan Israel. 

"Hanya beberapa rudal yang jatuh di wilayah negara Israel dengan sedikit kerusakan pada sebuah pangkalan militer di selatan, dengan hanya sedikit kerusakan pada infrastruktur," kata Hagari dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.

Seperti diketahui, Iran meluncurkan puluhan drone dan rudal balistik ke Israel pada Sabtu (13/4) malam dalam misi balas dendam yang belum pernah terjadi sebelumnya. Serangan tersebut menandai pertama kalinya Iran melancarkan serangan militer langsung terhadap Israel, meskipun telah terjadi permusuhan selama beberapa dekade sejak Revolusi Islam di negara itu pada tahun 1979. Militer Israel mengatakan lebih dari 100 drone telah ditembakkan dan pertahanan udaranya siap menghadapi serangan itu.

IRNA Kantor berita resmi Iran,  sebelumnya melaporkan bahwa pangkalan udara Israel yang paling penting di Negev menjadi target rudal Kheibar. “Gambar dan data menunjukkan bahwa pangkalan tersebut mengalami serangan berat,”

Iran sendiri telah bersumpah akan melakukan pembalasan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan Israel terhadap konsulatnya di Damaskus pada tanggal 1 April yang menewaskan tujuh petugas Garda Revolusi termasuk dua komandan senior. Mereka mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan hukuman atas kejahatan Israel.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Sabtu malam oleh kantor berita Iran, IRNA, pasukan paramiliter Garda Revolusi Iran mengakui meluncurkan lusinan drone dan rudal ke wilayah-wilayah pendudukan dan posisi rezim Zionis. IRNA kemudian mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa rudal balistik adalah bagian dari serangan itu.

[KOMPAS]