Jenewa, Radio Bharata Online - Sebuah laporan yang dirilis oleh Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia atau World Intellectual Property Organization (WIPO) menunjukkan pada hari Rabu (3/7) bahwa para penemu yang berbasis di Tiongkok telah mengajukan jumlah paten kecerdasan buatan (AI) generatif tertinggi selama dekade terakhir.
Laporan WIPO mengatakan bahwa Tiongkok mendominasi bidang paten kecerdasan buatan antara tahun 2014 dan 2023, dengan mengajukan lebih dari 38.000 paten, enam kali lebih banyak daripada Amerika Serikat yang berada di posisi kedua.
Sebanyak 54.000 paten diajukan untuk inovasi AI generatif selama sepuluh tahun terakhir, dengan 25 persen di antaranya diajukan tahun lalu saja.
Laporan tersebut menunjukkan peningkatan penting dalam jumlah paten yang terkait dengan AI generatif di berbagai bidang sejak 2017 setelah diperkenalkannya arsitektur jaringan syaraf tiruan yang memberdayakan model bahasa besar atau large language models (LLM).
Paten-paten tersebut mencakup banyak bidang, termasuk ilmu hayati, manajemen dan penerbitan dokumen, solusi bisnis, manufaktur industri, transportasi, keamanan, dan telekomunikasi.