Nizhny Novgorod, Radio Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, pada hari Senin (10/6) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, untuk membahas hubungan bilateral dan kerja sama BRICS di kota Nizhny Novgorod, Rusia.

Dengan memperhatikan bahwa kunjungan Presiden Rusia, Vladimir Putin, ke Tiongkok baru-baru ini merupakan sebuah kesuksesan besar, Wang, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, mengatakan bahwa kedua negara harus sepenuhnya mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai oleh para pemimpin tertinggi kedua negara dan memajukan kerja sama di berbagai bidang di bawah bimbingan strategis kedua kepala negara.

Wang mengatakan bahwa mengembangkan hubungan Tiongkok-Rusia adalah pilihan strategis yang dibuat oleh kedua belah pihak berdasarkan kepentingan fundamental masing-masing, selaras dengan tren global dan arus zaman. Ia menambahkan bahwa itu tidak ditargetkan pada pihak ketiga mana pun dan tidak akan terganggu oleh kekuatan eksternal.

Tiongkok bersedia bekerja sama dengan Rusia untuk mempertahankan fokus strategis, mengeksplorasi potensi kerja sama, menanggapi tekanan eksternal, dan mempromosikan kemajuan hubungan bilateral yang sehat dan berkelanjutan, katanya.

Menyebut BRICS sebagai platform penting untuk persatuan dan kerja sama di antara pasar-pasar negara berkembang dan negara-negara berkembang, Wang mengatakan bahwa mekanisme BRICS yang diperluas akan memainkan peran penting dalam menciptakan sistem tata kelola global yang lebih adil dan masuk akal.

Wang menekankan bahwa Tiongkok siap untuk mendukung penuh pekerjaan Rusia sebagai ketua BRICS, bekerja sama untuk mengkonsolidasikan kemitraan strategis BRICS, mempromosikan persatuan dan pengembangan diri Global South, dan membuat suara yang lebih kuat untuk menjunjung tinggi multilateralisme dan mempromosikan pembangunan bersama, sehingga "kerjasama BRICS yang lebih besar" dapat dimulai dengan baik.

Lavrov mengatakan bahwa selama kunjungan Presiden Putin ke Tiongkok, kedua kepala negara telah menetapkan arah pengembangan hubungan Rusia-Tiongkok, dan mencapai hasil kerja sama strategis yang baru.

Rusia siap bekerja sama dengan Tiongkok untuk mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara, mengintensifkan pertukaran tingkat tinggi, meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, dan bersama-sama menyukseskan Tahun Kebudayaan Rusia-Tiongkok, kata Lavrov.

Rusia juga akan bekerja sama erat dengan Tiongkok di platform multilateral seperti Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan meningkatkan koordinasi diplomatik, tambahnya.

Lavrov mencatat bahwa jumlah negara yang berpikiran sama meningkat di arena internasional dan regional sementara ekspansi BRICS mencerminkan tren positif ini. Ia mengharapkan diskusi mendalam mengenai tahap selanjutnya dari kerja sama pada Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS untuk membuat persiapan politik bagi KTT BRICS di Kazan, Rusia.

Kedua belah pihak juga bertukar pandangan mengenai situasi internasional dan regional saat ini, termasuk krisis Ukraina.