TEHERAN, Bharata Online - Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (18/3) mengkonfirmasi kematian Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib.

Masoud Pezeshkian mengatakan "pembunuhan pengecut" itu telah membuat Iran "berduka mendalam", setelah Israel mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah membunuh Khatib dalam serangan udara.

Peristiwa ini terjadi sehari setelah Israel mengumumkan telah membunuh pejabat keamnanan tertinggi iran, Ari Larijani dan kepala pasukan paramiliter Basij, Gholamreza Soleimani, dalam serangan udara.

Sejak pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada hari pertama perang tanggal 28 Februari, sejumlah pejabat dan komandan senior Iran telah tewas dalam upaya Israel dan AS untuk melemahkan kepemimpinan rezim tersebut.

Dalam sebuah unggahan di X, Pezeshkian menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran atas kematian para pejabat tersebut, dan menambahkan bahwa ia "yakin jalan mereka akan terus berlanjut dengan lebih teguh dari sebelumnya".

Berbicara kepada BBC, seorang wanita dari Teheran mengatakan bahwa "pembunuhan Khatib mungkin akan membantu rakyat karena dia termasuk dalam jajaran kepemimpinan".

"Mungkin saja ketika orang-orang turun ke jalan setelah seruan untuk berdemonstrasi, kemungkinan mereka terbunuh sekarang lebih rendah," katanya. "Meskipun mereka semua memiliki pengganti, mereka adalah tokoh-tokoh utamanya."

Sebelumnya pada hari Rabu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengumumkan bahwa Khatib telah "dilumpuhkan" dalam serangan Israel terhadap Teheran.

"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan saya telah memberi wewenang kepada IDF untuk melenyapkan pejabat senior Iran mana pun yang lingkaran intelijen dan operasionalnya telah tertutup, tanpa perlu persetujuan tambahan," katanya.

Sebelumnya, presiden Negeri Para Mullah tersebut telah bersumpah akan membalas keras pembunuhan terhadap Larijani, kata kantor kepresidenan Iran pada Selasa (17/3).

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz sebelumnya juga mengatakan bahwa Larijani tewas dalam serangan Israel di Teheran. Kematian Larijani kemudian dikonfirmasi oleh kantornya.

"Tentu saja, pembalasan keras menanti para teroris kriminal yang, selama agresi mereka, menumpahkan darah para martir dari tanah suci Iran," kata Pezeshkian dalam sebuah pernyataan. [BBC]