Adaptasi film yang sangat dinantikan dari drama TV Hong Kong yang populer "Back to the Past," yang dibintangi oleh Louis Koo, dijadwalkan akan dirilis di bioskop Tiongkok pada 31 Desember. Berita ini telah menimbulkan gelombang kegembiraan di kalangan penggemar, yang telah dengan penuh antusias menantikan versi layar lebar dari karya klasik perjalanan waktu ini, yang dilaporkan harus menghentikan syuting karena pandemi pada tahun 2020.

Poster film 'Back to the Past,' yang dijadwalkan rilis di bioskop Tiongkok pada 31 Desember 2025. /Foto disediakan untuk CGTN

Poster film 'Back to the Past,' yang dijadwalkan rilis di bioskop Tiongkok pada 31 Desember 2025. /Foto disediakan untuk CGTN

Kritikus film dan penonton bioskop sepakat bahwa daya tarik terbesar film ini terletak pada kembalinya para pemeran asli, termasuk aktris Joyce Tang, Sonija Kwok, dan Jessica Suen Huen, yang pernah memikat penonton dengan penampilan mereka. 

Louis Koo, yang kembali memerankan peran ikoniknya sebagai Xiang Shaolong, seorang prajurit modern yang melakukan perjalanan kembali ke Dinasti Qin (221 SM-207 SM), kini juga berperan sebagai produser film dan berhasil mengumpulkan kembali para lawan mainnya untuk reuni nostalgia ini, menjadikannya sebuah upaya yang benar-benar istimewa.

Menurut laporan "Sohu.com", untuk memastikan film tersebut sesuai dengan  serial TV aslinya, Koo melakukan investasi besar dalam produksinya. Set fisik yang besar dibangun untuk menciptakan kembali kemegahan Tiongkok kuno. Proyek ini menghadapi penundaan selama pembuatan film pada tahun 2020 karena pandemi.

Menambahkan dimensi baru pada cerita, Kevin Chu bergabung dengan para pemeran sebagai Xiang Yu, tokoh kunci dalam Dinasti Qin. Koo menekankan bahwa film ini tetap setia pada semangat novel asli karya penulis terkenal Huang Yi sambil menggabungkan elemen-elemen inovatif. "Kami bertujuan untuk memberi penghormatan kepada masa lalu sekaligus menciptakan sesuatu yang segar dan menarik bagi penonton masa kini," ujarnya, menyoroti keseimbangan yang rumit antara nostalgia dan inovasi.

Akankah perjalanan Xiang Shaolong menembus waktu sekali lagi mendefinisikan ulang sejarah? Jawabannya akan terungkap pada 31 Desember 2025.[CGTN]