Chongqing, Bharata Online - Seorang sutradara pertunjukan drone telah membantu mengubah langit malam yang sudah gemerlap di kota metropolitan Chongqing di barat daya Tiongkok menjadi kanvas hidup cahaya dan teknologi, menghadirkan tontonan menakjubkan dari atas yang telah menjadi daya tarik wajib bagi para pengunjung.

Meskipun Chongqing telah menjadi pusat pariwisata dengan lanskap kota modernnya yang luas, cakrawala yang berwarna-warni, dan hidangan hotpot pedas, pengenalan pertunjukan drone reguler di atas kota telah menambahkan dimensi lain pada daya tariknya setelah gelap.

Kota ini semakin ambisius dalam upayanya untuk mencapai ketinggian baru dengan formasi drone yang memukau. Musim panas lalu, Chongqing bahkan mencetak Rekor Dunia Guinness, ketika armada hampir 12.000 drone diterbangkan secara serentak untuk menciptakan citra udara yang menakjubkan di atas kota.

Di antara mereka yang berperan dalam pertunjukan teknologi populer ini adalah mantan reporter berita televisi, Li Junlin, yang sekarang menjabat sebagai sutradara Pertunjukan Cahaya Drone "Dynamic Chongqing", sebuah atraksi ikonik yang dengan cepat menjadi identik dengan semangat inovatif kota ini.

Perjalanan Li dari meliput berita lokal di lapangan hingga membuat berita di langit malam mencerminkan tren yang lebih luas di seluruh Tiongkok, di mana teknologi drone mutakhir berpadu dengan visi artistik untuk menciptakan pengalaman publik yang spektakuler.

Menurut Li, Tiongkok adalah rumah bagi beberapa drone komersial terbaik di dunia, dan kota-kota di seluruh negeri bereksperimen dengan drone tersebut dengan cara yang lebih kreatif. Chongqing, sebuah kota metropolitan pegunungan yang telah terkenal karena cakrawala futuristiknya, menawarkan latar belakang yang sempurna bagi pertunjukan teknologi tinggi untuk berkembang.

Tahun lalu, Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial Tiongkok memperkenalkan daftar pekerjaan yang baru diakui, termasuk 'perencana penerbangan kawanan drone', peran yang dengan antusias diambil oleh Li saat ia meninggalkan karier medianya.

Pengalamannya dalam bercerita visual di TV sangat berguna. Baginya, setiap drone di langit bukan hanya mesin, tetapi seperti piksel di layar yang luas dan dinamis.

"Saat kami memproduksi program TV, kami menggunakan pengambilan gambar jarak jauh, menengah, dan dekat. Teknik-teknik tersebut juga dapat diterapkan pada penceritaan menggunakan drone. Misalnya, dalam rangkaian sepuluh visual, masing-masing dapat membangun emosi dari visual sebelumnya," kata Li.

Mengubah konsep artistik menjadi realitas udara membutuhkan dukungan teknis yang kuat, dan itu adalah tanggung jawab yang diemban oleh Yao Lijun, Manajer Proyek di Shenzhen DAMODA Intelligent Control Technology Company, yang menjelaskan teknologi canggih yang mendukung perangkat drone ini.

"Kami menyebutnya 'AP', atau 'autopilot'. Program ini mengumpulkan data dari setiap drone dan mengirimkan informasi tersebut ke komputer. Komputer menentukan apakah drone siap untuk lepas landas. Kemudian kami mengunggah program dari komputer ke drone. Setelah mencapai titik yang ditentukan, mereka tahu persis ke mana harus pergi dan pada ketinggian berapa," ujar Yao.

Drone dirancang untuk melakukan manuver presisi tinggi, dan Li mengatakan bahwa drone tersebut telah mengalami beberapa peningkatan dalam beberapa bulan terakhir yang semakin meningkatkan potensinya untuk menciptakan tampilan visual yang lebih mengesankan.

"Saya memasuki industri ini sekitar Juli atau Agustus tahun lalu, dan peningkatan teknologinya terjadi dengan cepat. Dulu kami melepas setiap baterai dan mengisi dayanya satu per satu. Sekarang seperti sistem sarang lebah. Satu unit daya dapat mengisi daya enam drone sekaligus," kata Li.

Di seluruh Chongqing dan sekitarnya, teknologi tidak hanya mengubah cakrawala kota, tetapi juga struktur ekonomi yang didorong oleh inovasi, kreativitas, dan bakat.