Radio Bharata Online - Pameran Helikopter Tiongkok (Tiongkok Helicopter Exposition) keenam, yang berakhir pada Minggu (17/9/2023), berhasil menjadi platform yang mendorong inovasi, pengembangan, dan kerja sama saling menguntungkan.
Serangkaian kegiatan, seperti pameran, forum, pertunjukan udara, peluncuran produk baru, dan negosiasi bisnis, digelar dalam pameran selama empat hari di Kota Tianjin, Tiongkok utara, tersebut.
Lebih dari 350 peserta pameran, termasuk banyak produsen helikopter global utama, menghadiri ajang tersebut untuk mencari peluang-peluang bisnis yang menguntungkan di industri penerbangan Tiongkok.
Dalam acara tersebut, Airbus Helicopters, produsen pesawat asal Eropa, menandatangani surat pernyataan kehendak (letter of intent/LOI) untuk kerja sama strategis dengan Wanjiang Financial Leasing Co, Ltd. Menurut LOI tersebut, kedua belah pihak akan menyediakan produk helikopter dan solusi pembiayaan khusus terpadu bagi pelanggan perusahaan Tiongkok di bidang penerbangan umum, khususnya perusahaan mikro, kecil, dan menengah.
Airbus Helicopters telah menjadi mitra utama di sektor helikopter Tiongkok selama lebih dari 50 tahun. Saat ini, terdapat lebih dari 300 helikopter Airbus yang mengudara di Tiongkok, melayani lebih dari 90 pelanggan.
Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Aviation Industry Corporation of China Ltd. (AVIC), jumlah helikopter sipil Tiongkok diperkirakan akan mencapai 1.449 unit pada 2027 dan melampaui 2.000 unit pada 2032.
Pemulihan cepat dan prospek menjanjikan dari pasar penerbangan Tiongkok telah mendorong minat yang besar di kalangan produsen dan pemasok helikopter global untuk menjalin kerja sama dengan rekan-rekan mereka di Tiongkok.
Alexander Tarasov, wakil CEO sekaligus kepala desain National Helicopter Center, Russian Helicopters, mengungkapkan bahwa dirinya tertarik dengan berbagai komponen buatan Tiongkok.
"Kami ingin menggunakan komponen buatan Tiongkok pada helikopter kami. Kami ingin memperluas bisnis kami dengan para mitra dari Tiongkok." Ujarnya.
Beragam benda pameran yang menampilkan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), realitas virtual, dan interaksi manusia-mesin juga dipamerkan dalam ajang tersebut, bersama dengan total 65 helikopter dan kendaraan udara nirawak yang dipamerkan.
Sunkiss Matherm merupakan perusahaan asal Prancis yang memproduksi peralatan untuk sistem pengeringan, yang dibutuhkan dalam pembuatan pesawat terbang.
"Saya mencari lebih banyak pelanggan Tiongkok. Pameran ini memberikan saya ide-ide cemerlang untuk mengidentifikasi siapa dan apa yang harus dilakukan serta memperluas bisnis saya dengan pelanggan potensial di Tiongkok," ujar Hervé Vigier, manajer umum perusahaan tersebut.