Beijing, Radio Bharata Online - Seorang pejabat bank sentral Tiongkok mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Beijing pada hari Jum'at (1/3) bahwa Tiongkok akan meluncurkan langkah-langkah untuk mempermudah orang asing melakukan pembayaran di negara tersebut.

Zhang Qingsong, Wakil Gubernur People's Bank of China (PBOC), bank sentral negara tersebut, menyebutkan masalah-masalah yang mungkin dihadapi oleh orang asing dalam melakukan pembayaran selama mereka tinggal di Tiongkok.

"Beberapa teman asing tidak dapat menghubungkan kartu bank mereka dengan aplikasi pembayaran Tiongkok. Teman-teman asing lainnya merasa kesulitan untuk membayar ketika pembelian mereka melebihi batas transaksi. Karena mereka mengalami terlalu banyak hambatan dalam pembayaran, mereka secara alami tidak lagi ingin menggunakan aplikasi tersebut," katanya.

Zhang mengatakan platform pembayaran utama seperti Alipay dan Tenpay, yang masing-masing dioperasikan oleh raksasa teknologi China Ant Group dan Tencent, telah diminta untuk mengoptimalkan prosedur operasi mereka dan meningkatkan efisiensi pengikatan kartu bank luar negeri, sambil menyederhanakan verifikasi identitas untuk orang asing di Tiongkok. Mereka juga diminta untuk melindungi data pribadi pengguna.

Dan lebih banyak upaya sedang dilakukan untuk meningkatkan layanan pembayaran bagi pengunjung internasional ke Tiongkok.

"PBOC akan mengarahkan platform pembayaran utama seperti Alipay dan Tenpay untuk meningkatkan kuota transaksi tunggal untuk wisatawan luar negeri pada pembayaran mobile dari 1.000 dolar AS (sekitar 15,7 juta rupiah) menjadi 5.000 dolar AS (sekitar 78,5 juta rupiah), dan meningkatkan kuota transaksi kumulatif tahunan dari 10.000 dolar AS (sekitar 157 juta rupiah) menjadi 50.000 dolar AS (sekitar 785 juta rupiah)," katanya.