BEIJING, Radio Bharata Online - Tiongkok akan tetap menjadi tujuan favorit bagi investor global, karena negara ini telah memasuki era baru pertumbuhan yang ramah lingkungan, dan didorong oleh inovasi, demikian menurut eksekutif senior konglomerat industri multinasional, sekaligus membantah klaim adanya arus keluar modal asing.

Mereka mengatakan, arus masuk modal asing diperkirakan akan semakin stabil dan pulih pada tahun 2024, karena industri teknologi tinggi dan ramah lingkungan di Tiongkok, telah muncul sebagai magnet utama bagi investasi asing.

Inisiatif pemerintah untuk lebih membuka sektor-sektor seperti manufaktur, jasa keuangan, layanan kesehatan dan pendidikan kepada perusahaan asing, juga turut berkontribusi terhadap tren ini.

Data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan, Investasi Asing Langsung (FDI) di sektor manufaktur Tiongkok melonjak sebesar 20,5 persen tahun-ke-tahun menjadi 33,11 miliar yuan (4,62 miliar Dollar AS) pada bulan Januari, sementara industri teknologi tinggi menarik FDI sebesar 39,16 miliar yuan, mewakili 34,7 persen dari total FDI yang digunakan di Tiongkok. 

Anna An, presiden Henkel AG & Co di Tiongkok, produsen barang industri dan konsumen Jerman, mengatakan, bahwa bisnis asing optimis dalam meningkatkan investasi di pasar Tiongkok, karena negara ini semakin membuka perekonomiannya, dan meningkatkan lingkungan bisnisnya. Perusahaan mengantisipasi langkah-langkah tambahan pemerintah untuk lebih meningkatkan konsumsi dalam negeri.

Anna mengatakan, upaya Tiongkok terhadap pembangunan ramah lingkungan telah menciptakan banyak peluang bagi perusahaan multinasional seperti Henkel, dan dalam jangka panjang perusahaan tersebut berkomitmen untuk menyediakan solusi perekat, yang membantu produsen mobil Tiongkok dalam mengurangi bobot kendaraan, serta meningkatkan kinerja dan umur baterai untuk kendaraan listrik.

Selain menginvestasikan 900 juta yuan untuk membangun pabrik perekat di Yantai, provinsi Shandong, Henkel AG & Co Tiongkok juga mendirikan pusat penelitian dan pengembangan untuk konsumennya di Shanghai pada bulan Januari. (gov.cn)