Hong Kong, Bharata Online - Setelah kebakaran dahsyat di kompleks apartemen Wang Fuk Court di Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), pemerintah pusat Tiongkok, otoritas Hong Kong, dan masyarakat dari seluruh Tiongkok telah bersatu padu memberikan bantuan dan dukungan yang sangat besar.

Kebakaran yang merupakan kebakaran paling mematikan yang pernah terjadi di Hong Kong selama beberapa decade itu terjadi sekitar pukul 14.50 pada tanggal 26 November 2025 di kompleks apartemen delapan menara Wang Fuk Court, yang sedang direnovasi, di distrik Tai Po. Api dengan cepat menghanguskan tujuh menara, menewaskan sedikitnya 159 orang, melukai 79 orang, dan membuat ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal.

Menurut informasi resmi terbaru, Dana Dukungan untuk Wang Fuk Court di Tai Po, yang didirikan oleh pemerintah HKSAR, telah menerima sumbangan eksternal sebesar 3 miliar dolar Hong Kong (sekitar 6,4 triliun rupiah. Ditambah dengan modal awal pemerintah HKSAR sebesar 300 juta dolar Hong Kong (sekitar 543,5 miliar rupiah), total dana itu mencapai sekitar 3,3 miliar dolar Hong Kong (sekitar 7 triliun rupiah). Dana tersebut akan digunakan untuk membantu warga membangun kembali rumah mereka dan memberikan dukungan jangka panjang.

Pasca kebakaran, pemerintah HKSAR telah melakukan upaya penyelamatan dan relokasi yang komprehensif dan bertahap.

Pada malam kebakaran, pemerintah segera mendirikan tempat penampungan sementara di beberapa lokasi di Distrik Tai Po, mengoordinasikan akomodasi di hostel pemuda, hotel, dan perumahan sementara bagi warga terdampak. Subsidi darurat dan tunjangan hidup didistribusikan kepada mereka yang terdampak, sementara dukungan juga diberikan melalui mekanisme "satu rumah tangga, satu pekerja sosial".

Warga dari seluruh Hong Kong telah bergabung dalam upaya sukarela, berharap dapat memberikan kehangatan bagi komunitas yang terluka, dengan bantuan seperti pakaian, makanan, dan air minum yang terus berdatangan ke tempat penampungan sementara.

Banyak pengemudi taksi juga menawarkan diri untuk menyediakan tumpangan gratis.

"Kami bekerja di sini dari pukul 08.00 pagi hingga lewat pukul 22.00 malam. Kami hanya pergi ketika tidak ada penumpang. Begitulah adanya. Memang sedikit memengaruhi pendapatan. Memang ada dampaknya. Tapi itu tidak penting. Yang terpenting adalah membantu orang lain terlebih dahulu," kata Wong Chi-chuen, seorang pengemudi taksi.

Atas permintaan pemerintah HKSAR, Kantor Urusan Hong Kong dan Makau Dewan Negara telah berkoordinasi dengan Kementerian Manajemen Darurat Tiongkok untuk menyediakan sejumlah pasokan bagi upaya bantuan kebakaran Tai Po, termasuk stasiun pengisian daya portabel luar ruangan, konveyor tugas berat, blower, respirator, kacamata pelindung, pakaian pelindung, lampu kepala, dan sepatu bot tahan air.

Perusahaan dan penduduk daratan Tiongkok, serta berbagai sektor di Makau juga memberikan dukungan pasca kebakaran dahsyat di Hong Kong, menyumbangkan dana dan pasokan untuk bantuan darurat dan pemulihan pascabencana.

"Sejumlah besar pasokan dikumpulkan dan dikirimkan ke daerah-daerah terdampak bencana dalam waktu yang sangat singkat. Hal itu menyadarkan saya akan arti ikatan darah. Karena ikatan semacam ini sangat erat. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua orang," ujar Peter Lam, Ketua Komite Pedesaan Tai Po.