Beijing, Radio Bharata Online - Seorang pejabat Tiongkok mengatakan pada hari Selasa (6/2) bahwa penjualan ritel barang-barang konsumsi Tiongkok, indikator utama kekuatan konsumsi negara ini, naik 7,2 persen tahun ke tahun menjadi 47,1 triliun yuan (sekitar 104 ribu triliun rupiah) pada tahun 2023.
Sheng Qiuping, Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok, mengatakan pada konferensi pers Kantor Informasi Dewan Negara (State Council Information Office/SCIO) bahwa konsumsi domestik memainkan peran fundamental dalam perekonomian karena berkontribusi 82,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Kami secara aktif bekerja sama dengan departemen-departemen terkait dan meluncurkan serangkaian kegiatan 'Tahun Peningkatan Konsumsi'. Kami memperkenalkan kebijakan dan langkah-langkah untuk mendorong konsumsi mobil dan barang-barang rumah tangga untuk mendorong pemulihan konsumsi yang berkelanjutan. Tahun lalu, total penjualan ritel barang konsumsi mencapai 47,1 triliun yuan, meningkat 7,2 persen dari tahun ke tahun. Konsumsi memberikan kontribusi 82,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi, dan konsumsi memainkan peran yang lebih mendasar dalam pertumbuhan ekonomi. Penjualan ritel jasa meningkat 20 persen, dan pendapatan katering melebihi 5 triliun yuan (sekitar 11 ribu triliun rupiah) untuk pertama kalinya, meningkat 20,4 persen dari tahun ke tahun," paparnya.
Kementerian Perdagangan Tiongkok juga telah meningkatkan sistem komersial pedesaan-perkotaan dan jaringan logistik untuk memfasilitasi belanja yang nyaman di seluruh negeri.
Sheng mengatakan upaya-upaya untuk mengembangkan pusat-pusat konsumen internasional telah memperkuat pengaruh global kota-kota terkait, kekuatan pendorong konsumsi dan kapasitas yang memancar.
"Kami telah menetapkan 19 jalan pejalan kaki percontohan nasional, 12 distrik komersial pintar percontohan nasional dan 16 toko pintar percontohan, membangun 3.476 lingkaran kehidupan komunitas 15 menit di seluruh negeri yang melibatkan 780.000 lokasi komersial dan melayani lebih dari 64 juta penduduk," ujar Sheng.
Berkaca pada konsumsi pedesaan, Sheng menyebutkan adanya peningkatan delapan persen dalam penjualan ritel barang konsumsi di daerah pedesaan dan peningkatan 12,5 persen dalam penjualan ritel online.
"Kami menerapkan rencana aksi tiga tahun untuk memperkuat perdagangan di tingkat kabupaten. Penjualan ritel barang-barang konsumsi di daerah pedesaan meningkat delapan persen, dan penjualan ritel online di daerah pedesaan meningkat 12,5 persen", kata Sheng.
Khususnya, penjualan ritel online Tiongkok mencapai 15,4 triliun yuan (sekitar 34 ribu triliun rupiah) pada tahun 2023, mempertahankan posisinya sebagai pemimpin dunia selama 11 tahun berturut-turut.
"Sejalan dengan tren perkembangan konsumsi terkini, kami meningkatkan pengalaman konsumsi online, mempromosikan konsumsi yang hijau, sehat, dan cerdas, serta mendukung perkembangan bentuk dan model bisnis baru yang sehat. Pada tahun 2023, penjualan ritel online Tiongkok mencapai 15,4 triliun yuan (sekitar 34 ribu triliun rupiah), menempati peringkat pertama di dunia selama 11 tahun berturut-turut. Penjualan ritel online barang fisik meningkat 8,4 persen, menyumbang 27,6 persen dari total penjualan ritel. Penjualan kendaraan energi baru meningkat 37,9 persen, menyumbang 31,6 persen dari total penjualan kendaraan," jelas Sheng.