Beijing, Bharata Online - Ekonomi Tiongkok mengalami perkembangan berkualitas tinggi melalui inovasi pada tahun 2025, yang menandai tahun terakhir dari Rencana Lima Tahun ke-14 negara tersebut (2021-2025), menurut komunike statistic yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (BSN) Tiongkok pada hari Sabtu (28/2).

Komunike tentang pembangunan ekonomi dan sosial Tiongkok pada tahun 2025 berfokus pada pembangunan ekonomi berkualitas tinggi dan berbasis inovasi di negara tersebut.

Komunike tersebut mengatakan, pembangunan sistem industri modern terus maju, langkah-langkah baru telah diambil dalam reformasi dan keterbukaan, kemajuan telah dicapai dalam mengurangi risiko di bidang-bidang utama, kesejahteraan masyarakat telah lebih efektif terjamin, dan situasi sosial secara keseluruhan tetap stabil.

Komunike tersebut juga mengatakan bahwa Tiongkok telah memulai perjalanan baru menuju Tujuan Abad Kedua dengan baik.

Menurut komunike tersebut, produk domestik bruto (PDB) Tiongkok pada tahun 2025 tumbuh 5 persen secara tahunan mencapai rekor 140,1879 triliun yuan (sekitar 20,44 triliun dolar AS), memenuhi target tahunan sekitar 5 persen.

Secara rinci, nilai tambah industri primer, sekunder, dan tersier masing-masing mencapai 9,3347 triliun yuan (sekitar 23 ribu triliun rupiah), 49,9653 triliun yuan (sekitar 122 ribu triliun rupiah), dan 80,8879 triliun yuan (sekitar 198 ribu triliun rupiah), yang mencerminkan peningkatan tahunan sebesar 3,9 persen, 4,5 persen, dan 5,4 persen, dan menyumbang 6,7 persen, 35,6 persen, dan 57,7 persen dari PDB.

Pengeluaran konsumsi akhir, pembentukan modal bruto, dan ekspor bersih barang dan jasa berkontribusi terhadap pertumbuhan PDB masing-masing sebesar 2,6 poin persentase, 0,8 poin persentase, dan 1,6 poin persentase.

Melihat kembali tahun 2025, PDB Tiongkok mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 5,4 persen, 5,2 persen, 4,8 persen, dan 4,5 persen pada kuartal pertama, kedua, ketiga, dan keempat, berturut-turut, dan PDB per kapita pada tahun 2025 mencapai 99.665 yuan, meningkat 5,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendapatan Nasional Bruto (PNB) dan produktivitas tenaga kerja per kapita Tiongkok mencapai 139,370 triliun yuan (sekitar 340 ribu triliun rupiah) dan 184.413 yuan (sekitar 452 juta rupiah), masing-masing, mencerminkan peningkatan sebesar 5,1 persen dan 6,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.