Beijing, Bharata Online - Bank Rakyat Tiongkok meluncurkan operasi reverse repo langsung senilai 500 miliar yuan (sekitar 1.337 triliun rupiah) pada hari Jumat (5/6) melalui metode penawaran suku bunga tetap dan penawaran pemenang multi-harga, dalam upaya untuk mempertahankan likuiditas yang cukup dalam sistem perbankan negara tersebut.
Menurut bank sentral tersebut, penawaran pemenang operasi ditentukan pada berbagai tingkat harga. Operasi ini akan memiliki jangka waktu tiga bulan, atau 92 hari, dengan tanggal jatuh tempo yang ditetapkan pada 5 September 2026.
Operasi reverse repo langsung—sebuah alat yang diperkenalkan bank sentral pada Oktober 2024 untuk mengelola likuiditas dalam sistem perbankan nasional—dilakukan setiap bulan dengan jangka waktu tidak lebih dari satu tahun.
Operasi ini telah memperkaya perangkat kebijakan moneter negara, melengkapi langkah-langkah sebelumnya seperti repo sementara, reverse repo sementara, dan pembelian serta penjualan obligasi pemerintah.